Megiza Soeharto Asmail
15 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Enes Kaplan
LONDON
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas melalui telepon Senin malam, menurut sumber kepresidenan.
Kedua pemimpin saling bertukar pandangan tentang relokasi kedutaan AS ke Yerusalem dan serangan Israel terhadap warga Palestina, kata sumber itu.
Erdogan mengutuk serangan itu dan berharap rahmat Allah untuk semua warga yang menjadi martir.
Lebih dari 50 orang Palestina menjadi martir setelah ditembaki oleh tentara Israel, sementara ribuan lainnya terluka selama aksi anti-pendudukan pada Senin di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Demonstrasi ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun pendirian Israel pada 1948 - sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".
Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 demonstran Palestina telah tewas oleh tembakan Israel di daerah lintas-perbatasan, menurut Kementerian Kesehatan.
Pekan lalu, pemerintah Israel mengatakan protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan "keadaan perang" di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku