Pizaro Gozali İdrus
28 November 2017•Update: 29 November 2017
Nour Abu Aisha
GAZA, Palestina
Kelompok Palestina Hamas membantah telah menghalangi pemerintah yang berbasis di Ramallah untuk beroperasi di Gaza.
Dalam konferensi pers di Gaza pada Senin, pemimpin Hamas Khalil al-Hayya meminta pemerintah persatuan memenuhi kewajibannya terhadap Gaza.
"Mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza adalah tugas pemerintah [persatuan], yang seharusnya tidak menghindar dari tanggung jawabnya," katanya.
Pada hari Minggu, dua pemimpin Fatah menuduh Hamas menghalangi pemerintah Palestina untuk beroperasi di Gaza.
Al-Hayya mengatakan faksi-faksi Palestina dan Fatah gagal menekan otoritas Palestina untuk mengangkat sanksinya terhadap jalur di wilayah pantai itu.
April lalu, Presiden Palestina Mahmud Abbas memberlakukan sejumlah sanksi agar Hamas melepaskan kontrolnya terhadap Gaza.
Langkah tersebut mencakup pemotongan gaji pegawai di Gaza 30 persen, mengurangi pasokan listrik, dan memaksa pensiun 6000 karyawan.
Bulan lalu, Hamas dan Fatah - dua gerakan politik terkemuka Palestina - menandatangani kesepakatan rekonsiliasi di Kairo guna menyudahi perpecahan selama satu dekade setelah Hamas merebut Gaza dari Fatah tahun 2007.
Meskipun ada tanda-tanda perdamaian dua faksi ini, pemerintahan Palestina di Ramallah belum mencabut sanksi terhadap Gaza.