25 Februari 2018•Update: 26 Februari 2018
Ahmed al-Masri
DOHA, Qatar
Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani mengecam serangan tanpa henti rezim Assad di Ghouta Timur, Suriah sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan".
"Terlepas dari perbedaan politik, apa yang terjadi di Ghouta Timur adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Tamim di Twitter pada Sabtu.
Tamim mengatakan perlindungan warga sipil di wilayah yang dikepung rezim Assad "tetap menjadi tanggung jawab masyarakat internasional yang tidak dapat dihindari".
Ghouta Timur merupakan rumah bagi 400.000 penduduk, yang menderita di bawah kepungan rezim selama lima tahun terakhir.
Dalam delapan bulan terakhir, rezim Suriah telah mengintensifkan pengepungan sehingga hampir tidak mungkin memasukkan makanan dan obat-obatan ke wilayah tersebut.
Hingga kini, ribuan pasien membutuhkan perawatan.
Menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights, setidaknya 462 orang tewas, termasuk 99 anak-anak, dan ratusan lainnya terluka dalam sepekan terakhir akibat kepungan rezim di Ghouta Timur.
Suriah telah dirundung konflik sejak perang sipil meletus pada Maret 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang aksi demonstrasi kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Meskipun pejabat PBB mengatakan ratusan ribu jiwa tewas akibat perang sipil tersebut, pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban hanya sekitar 10 ribu jiwa.