Megiza Asmail
21 Desember 2017•Update: 22 Desember 2017
JAKARTA
Karyawan Anadolu Agency di seluruh dunia termasuk Indonesia menyampaikan pesan solidaritas untuk bayi Kerim, balita Suriah yang kehilangan ibu dan sebelah matanya saat Ghouta Timur dikepung militer rezim Bashar Al-Assad pekan lalu.
Bayi Kerim kini hanya dapat melihat menggunakan mata kanannya. Sebagian dahi dan kepalanya masih menyisakan tanda luka yang cukup besar.
Dia mencoba bertahan hidup dengan luka parah di sisi kiri dahi dan patah tulang yang serius di bagian kepala.
Wajah bayi Kerim terluka kala dia bersembunyi dalam pelukan ibunya ketika serangan meriam menghujani Ghouta Timur.
Organisasi hak asasi manusia White Helmets dan sejumlah aktivis dunia telah berbagi pesan solidaritas untuk Kerim dengan menutup mata kiri mereka.
Pengguna media sosial di Turki pun sudah membagikan pesan berisi, “Bayi kerim, aku melihatmu. Akhiri Pengepungan Ghouta Timur”.
Dukungan terhadap Kerim meluas setelah video Anadolu Agency viral di Twitter.
Kepada Anadolu Agency, Ayah Kerim Abu Muhammad mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Saudara laki-laki dan perempuan Kerim yang juga masih berusia anak-anak kini mau tak mau berusaha menjadi ‘ibu’ bagi Kerim.
Sejak lima tahun belakangan, sekitar 400 ribu warga di wilayah timur Damaskus hidup di bawah kepungan militer.
Pada April lalu, pasokan makanan masih dapat dikirim ke Ghouta timur melalui jalan ilegal, terowongan tersembunyi dan juga lewat pedagang.
Namun setelah itu pasokan makanan dan obat-obatan ke Ghouta Timur menjadi tidak dapat terkirim. Pasalnya, rezim Al-Assad dan kelompok teroris asing yang mendukungnya telah memperketat blokade.