Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Omer Aydin
STRASBOURG
Dua organisasi non-pemerintah mengadakan konferensi pada Senin di Dewan Eropa tentang multikulturalisme, Islamofobia, dan diskriminasi.
Dewan Internasional untuk Keadilan, Kesetaraan dan Perdamaian (COJEP) dan Organisasi Pengawas Rasisme Islamofobia (ORIW) menyelenggarakan acara bertajuk "Apakah Multikulturalisme Eropa di Bawah Ancaman?" di kota Strasbourg, Prancis timur.
Diadakan di tengah sesi musim gugur Majelis Parlemen Dewan Eropa, kepala delegasi Turki Ziya Altunyildiz, Profesor Sosiologi Universitas Leeds Dr. Amina Easat-Daas, Ketua Partai Kesetaraan dan Keadilan Prancis (PEJ) Sakir Colak dan direktur berita Elias d'Imzalene berbicara pada acara tersebut.
Laporan ORIW yang berjudul "Laporan Islamofobia yang Diperiksa di Kawasan Francophone" juga dibahas pada konferensi tersebut. Laporan ini menunjukkan penurunan dalam jumlah kasus peradilan tentang Islamophobia sementara pelecehan tanpa kekerasan meningkat secara substansial.
Selama acara tersebut, COJEP mempresentasikan kampanye nasionalnya tentang reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pembentukan dunia baru yang multikultural.