Maria Elisa Hospita
09 Oktober 2018•Update: 09 Oktober 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Identitas tersangka kedua dalam kasus serangan gas saraf yang menargetkan eks mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia Skripal, diungkapkan oleh sebuah situs investigasi.
Situs Bellingcat dan Insider mengklaim bahwa orang yang diidentifikasi oleh otoritas Inggris sebagai Alexander Petrov memanglah dokter militer, bernama asli Alexander Yevgenyevich Mishkin dari badan intelijen militer Rusia GRU.
Selama 2011-2018, Mishkin bepergian dengan menggunakan identitas barunya.
Menurut Bellingcat, proses identifikasi itu melibatkan "beberapa sumber terbuka, kesaksian dari orang-orang dekat, serta salinan dokumen identitas pribadi - termasuk salinan pindaian paspornya".
Bellingcat akan segera mempublikasikan laporan lengkap yang mencakup "bukti forensik" dari perbandingan wajah antara "Alexander Mishkin" dan "Alexander Petrov."
Pada September, situs itu juga membeberkan identitas tersangka pertama, yaitu kolonel GRU, Anatoliy Chepiga, yang melakukan perjalanan ke Salisbury dengan nama alias Ruslan Boshirov.
Di bulan yang sama, Crown Prosecution Service (CPS) mengatakan "Boshirov" dan Petrov masuk daftar orang-orang yang dicari karena diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan Sergei Skripal, Yulia Skripal, dan polisi Nick Bailey.
Pemimpin redaksi RT Rusia mengklaim bahwa kedua orang itu adalah turis yang kebetulan berada di Salisbury untuk berwisata.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris pun menyanggah klaim tersebut dengan mengatakan: "Kedua orang itu jelas-jelas adalah anggota badan intelijen militer Rusia 'The GRU' yang menggunakan senjata kimia ilegal yang di negara kami,"
Sergei Skripal dan putrinya dirawat di rumah sakit setelah ditemukan tak sadarkan diri di jalanan Salisbury, Inggris, pada 4 Maret.
Sementara itu, petugas polisi, Nick Bailey, yang pertama kali menanggapi laporan insiden, juga terpapar gas saraf.