Maria Elisa Hospita
24 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Jihad Yazar dan Ali H. M.Abo Rezeg
TRIPOLI, Libya
Sedikitnya 34 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat bom ganda yang meledak di timur Benghazi, Libya, kata pihak medis, Rabu.
Bom yang berasal dari mobil tersebut meledak di luar masjid, di pusat distrik Al Salmani, Benghazi, pada Selasa malam.
Sementara bom kedua meledak tak lama kemudian saat orang-orang tengah menolong korban bom pertama.
Menurut pihak medis, 25 jasad yang ditemukan telah diangkut ke rumah sakit Al-Galaa. Sebanyak sembilan jasad lainnya dibawa ke Pusat Medis Benghazi.
Insiden itu juga melukai 73 orang lainnya.
Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah karena korban luka sebagian besar berada dalam kondisi kritis.
Ahmed al-Fetouri dari unit investigasi dan penangkapan yang merupakan anggota pasukan keamanan berbasis di Libya Timur turut menjadi korban.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Libya masih dirundung kekerasan dan kekacauan sejak 2011, akibat pemberontakan yang memicu lengsernya sekaligus kematian Presiden Muammar Gaddafi yang telah berkuasa lebih dari empat dekade.
Kekosongan kekuasaan kemudian memicu perebutan kursi pemerintahan dan munculnya sejumlah kelompok milisi bersenjata.