Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Januari 2021•Update: 27 Januari 2021
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani 15 perintah eksekutif pada Rabu, membatalkan sebagian besar warisan pendahulunya tentang imigrasi, iklim dan kesehatan.
Biden menggambarkan upaya tersebut sebagai titik awal dimulainya empat tahun masa jabatannya setelah pelantikan di Capitol, dengan mengatakan bahwa agenda kebijakannya berani dan vital.
"Dengan keadaan bangsa saat ini, saya pikir tidak ada waktu untuk disia-siakan, segera bekerja," kata Biden kepada wartawan sambil mengenakan masker di Ruang Oval.
Perintah tersebut menempatkan AS di jalur yang tepat untuk bergabung kembali dengan Perjanjian Iklim Paris, perjanjian penting yang bertujuan mengurangi emisi karbon dan membatasi pemanasan global serta mencapai dunia karbon netral pada 2050.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dengan cepat menyambut baik tindakan Biden tetapi memperingatkan masih ada jalan yang sangat panjang sebelum tujuan-tujuan luhur dari perjanjian tersebut tercapai.
"Krisis iklim terus memburuk dan waktu hampir habis untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat celcius dan membangun masyarakat yang lebih tahan iklim yang membantu melindungi mereka yang paling rentan," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
"Kami menantikan kepemimpinan Amerika Serikat dalam mempercepat upaya global menuju nol bersih, termasuk dengan mengedepankan kontribusi baru yang ditentukan secara nasional dengan target ambisius 2030," tambah dia
Biden juga meminta AS bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang ditarik Trump pada Juli di tengah ketidaksepakatan mengenai penanganan pandemi Covid-19 oleh otoritas kesehatan internasional itu.
Guterres memuji keputusan tersebut dan mengatakan itu akan mempercepat upaya distribusi vaksin PBB di seluruh dunia dan membantu menyatukan tanggapan global terhadap pandemi.
Anthony Fauci, ahli penyakit menular terkemuka AS, akan memimpin tim ahli kesehatan untuk berpartisipasi secara virtual dalam pertemuan WHO.
Biden juga memerintahkan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak sosial di properti federal serta di perdagangan antarnegara bagian dalam upaya membantu membendung penyebaran virus yang terus melanda negara dan menyebabkan lebih dari 400.000 kematian.
Biden hanya menandatangani tiga dari 15 perintah di hadapan wartawan, tetapi Gedung Putih kemudian menguraikan perintah lainnya, termasuk upaya mencabut pembatasan imigrasi Trump yang dikenal sebagai "larangan perjalanan Muslim".
"Pembatasan itu berakar pada permusuhan agama, dan xenofobia," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.
Perintah lain termasuk membatalkan upaya de-regulasi Trump pada kesehatan masyarakat dan lingkungan, menghentikan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko, dan mengarahkan direktur Keamanan Dalam Negeri dan jaksa agung untuk menjaga perlindungan sementara bagi individu yang dibawa ke AS secara ilegal sebagai anak-anak.
Presiden AS juga mencabut izin integral pembangunan pipa Keystone XL.
Biden selanjutnya mengirim sebuah keputusan ke Kongres untuk pertimbangan yang akan menetapkan jalur kewarganegaraan bagi imigran tidak berdokumen yang saat ini tinggal di AS secara ilegal.