Aspirin dapat kurangi risiko gejala Covid-19 yang parah
Penggunaan aspirin menurunkan risiko penggunaan ventilator di ICU sebesar 44 persen, dan angka kematian turun 47 persen, menurut hasil penelitan
Ankara
Ovunc Kutlu
ANKARA
Aspirin dapat mengurangi risiko gejala virus korona yang parah, menurut sebuah penelitian di Universitas George Washington pada Kamis.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis bulanan yang ditinjau para ahli, Anesthesia & Analgesia, menemukan bahwa dosis rendah dari obat berbiaya rendah dan juga umum digunakan masyarakat mungkin memiliki efek perlindungan paru-paru dan menurunkan risiko dirawat di unit perawatan intensif (ICU), atau bahkan kematian, akibat virus korona.
Pasien terifeksi virus yang menggunakan aspirin memiliki kemungkinan 40 persen lebih sedikit untuk membutuhkan ventilator mekanis di ICU, menurut penelitian yang dilakukan dengan 400 pasien dari Maret hingga Juli 2020.
Penggunaan aspirin menurunkan risiko kebutuhan menggunakan ventilasi mekanis sebesar 44 persen dan menurunkan kebutuhan ICU sebesar 43 persen, sedangkan angka kematian di rumah sakit turun 47 persen, menurut penelitan tersebut.
"Saat kami mempelajari tentang hubungan antara pembekuan darah dan Covid-19, kami tahu bahwa aspirin - digunakan untuk mencegah stroke dan serangan jantung - penting bagi pasien Covid-19," kata Dr. Jonathan Chow yang merupakan direktur Critical Care Anesthesiology Fellowship di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
