Iqbal Musyaffa
12 Februari 2020•Update: 12 Februari 2020
JAKARTA
Pemerintah menyatakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan domestik seiring dengan menurunnya kunjungan turis mancanegara akibat penyebaran virus korona atau Covid-19 yang sudah menyebar ke 28 negara.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan perkembangan kasus korona ini sangat drastis hanya dalam kurun waktu 12 hari.
Dia mengatakan, pada 31 Januari jumlah orang yang terinfeksi sebanyak 11 ribuan dan korban meninggal 259 orang, pada tanggal 12 Februari sudah mencapai 43 ribu orang terinfeksi dengan jumlah korban meninggal 1.018 orang.
“Kita perlu dorong wisatawan domestik dengan cara memberikan insentif pada harga tiket pewasat,” kata Susi di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan pemerintah sedang melakukan penghitungan untuk insentif tarif pesawat tersebut yang kemudian akan diimplementasikan skemanya untuk mendorong kunjungan wisatawan domestik di Indonesia.
“Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga harus sharing the pain, jangan sampai tarif pesawat sudah turun, tapi hotel masih mahal,” ujar Susi.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong agar kementerian dan lembaga melakukan pertemuan ataupun rapat di daerah untuk mendorong industri meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) yang lesu karena berkurangnya kunjungan turis asing.
“Kita juga akan dorong front loading belanja besar-besaran di kuartal I, termasuk untuk bantuan sosial,” tambah dia.
Menurut Susi, dampak virus korona terhadap lalu lintas orang terlihat dari berkurangnya jumlah kunjungan turis asal China ke Indonesia yang memiliki jumlah rata-rata kunjungan 2 juta orang per tahun.
“Gambaran mudahnya dampak dari sisi lalu lintas orang terlihat dari kunjungan turis China tahun lalu 2,07 juta orang dengan tingkat spending rata-rata USD1.385 per orang,” ujar Susi.
Susi mengatakan pengeluaran rata-rata turis asal China tersebut per tahun bisa mencapai USD2,7 miliar. Selain itu, rata-rata pengeluaran turis China juga lebih besar dari rata-rata pengeluaran turis dari negara lain yang sebesar USD1.208 per orang.
“Dampak bagi lalu lintas orang tidak hanya dari China saja, tapi sekarang penduduk hampir semua negara khususnya 28 negara yang terinfeksi korona pasti menahan diri untuk bepergian,” kata Susi.
Selain itu, Susi mengatakan sektor transportasi juga terdampak dengan berkurangnya angka penumpang pesawat dengan potensi kehilangan penumpang dari China saja mencapai 2,1 juta kursi.
“Sektor transportas, perhotelan, jasa wisata, dan UMKM untuk oleh-oleh juga terkena dampak,” imbuh Susi.