Rıskı Ramadhan
27 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Hakan Çopur
WASHINGTON
Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad harus segera menghentikan serangannya terhadap warga sipil dan mengizinkan petugas pertolongan pertama untuk masuk ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Menanggapi pertanyataan wartawan mengenai resolusi “gencatan senjata kemanusiaan” yang disetujui DK PBB pada Sabtu lalu, Sanders mengatakan, rezim Assad meneror ratusan ribu warga sipil dengan serangan-serangan udara, artileri, roket dan darat.
“Penggunaan gas klorin oleh rejim sebagai senjata hanya membuat situasi semakin buruk. Amerika Serikat menyerukan agar serangan segera dihentikan sehingga petugas bantuan kemanusiaan dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan pertolongan darurat,” kata dia.
Menanggapi pernyataan apakah ada kemungkinan Amerika Serikat (AS) akan kembali melakukan serangan jika rezim Assad menggunakan senjata kimia lagi, Sanders mengatakan bahwa Presiden AS telah memperingatkan rezim Assad sebelumnya.
“Jika kami mengatakan serangan-serangan harus dihentikan, itulah maksud kami. Namun saya tidak akan menjelaskan apa langkah spesifik yang akan kami ambil di sini. rezim Suriah harus menganggapi ini dengan serius,” ujar dia.
Dewan Keamanan pada Sabtu mengadopsi sebuah resolusi gencatan senjata kemanusiaan selama 30 hari di Suriah "tanpa penundaan".
Resolusi tersebut menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Suriah dan terutama evakuasi medis terhadap pasien kritis dan korban luka-luka di Ghouta Timur yang terkepung.