Safvan Allahverdi, Diyar Guldogan
11 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Safvan Allahverdi, Diyar Guldogan
WASHINGTON
Amerika Serikat menyatakan "sangat" khawatir" atas meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel pada Sabtu dan sangat mendukung hak kedaulatan Israel untuk membela diri, kata Departemen Luar Negeri.
Pada Sabtu, tentara Israel menyatakan bahwa pasukannya telah menembaki sebuah pesawat tak berawak milik Iran yang diluncurkan dari Suriah, serta menyerang sejumlah sasaran di negara tetangga yang dilanda perang tersebut.
"Meningkatnya ancaman dan ambisi Iran secara terhitung untuk memproyeksikan kekuatan dan dominasinya, membahayakan semua orang di wilayah ini, dari Yaman sampai Lebanon," kata juru bicara Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan, "AS terus melanjutkan untuk memukul mundur keseluruhan aktivitas-aktivitas buruk Iran di wilayah tersebut dan menyerukan diakhirinya sikap Iran yang mengancam perdamaian dan stabilitas."
Menyebut Israel sebagai "sekutu setia" AS, Nauert menekankan dukungan Washington terhadap hak Israel untuk membela diri dari pasukan milisi Suriah yang didukung Iran di selatan Suriah.
"Kami meminta Iran dan sekutu-sekutunya untuk menghentikan tindakan provokatif dan bekerja menuju perdamaian regional," tambah dia.
Tentara Israel pada Sabtu mengumumkan bahwa sebuah kendaraan udara tak berawak milik Iran yang diluncurkan dari Suriah dan telah dijatuhkan karena melanggar wilayah udara Israel, dan sebagai balasan Israel telah melancarkan serangan udara terhadap sasaran-sasaran milik Iran di Suriah.
Tentara Israel kemudian menyatakan bahwa jet-jet mereka ditargetkan dengan tembakan anti-pesawat dan sebuah pesawat F-16 jatuh saat menyerang "target Iran" di Suriah.