Rıskı Ramadhan
11 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
YERUSALEM
Akademisi dari Universitas Medeniyet Istanbul, Cemil Tekeli yang ditangkap oleh polisi Israel pada 15 Januari lalu telah dibebaskan pada Minggu.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency dari kantor pengacara Lea Tsemel, Tekeli dibebaskan pada Minggu pagi dan telah menuju bandara untuk pulang ke Turki.
Tekeli dilaporkan dibebaskan tanpa kembali menghadap pengadilan.
Sementara itu, tuduhan terhadap akademisi Turki yang ditahan selama 26 hari di penjara militer, Petah Tikva, dan diadili di pengadilan militer tersebut masih belum diketahui.
Sebelumnya, pengacara Tekeli, Lea Tsemel mengatakan bahwa dia dilarang membuat pernyataan kepada pers mengenai tuduhan yang dilayangkan terhadap Tekeli.
Pejabat Israel yang juga belum membuat pernyataan apa pun mengenai penahanan Tekeli tidak mengizinkan siapa pun termasuk wartawan untuk mengikuti proses persidangan.
“Kasus ini akan diikuti dari balik pintu tertutup,” kata tentara Israel menanggapi permintaan Anadolu Agency untuk mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Sementara itu, istri Tekeli, Meryem Tekeli, kepada Anadolu Agency mengatakan bahwa suaminya tidak bersalah.
"Suami saya ditangkap secara tidak sah, kami terkejut. Kami hanya pergi ke Yerusalem untuk kunjungan. Suami saya tidak bersalah,” kata dia.
Dia menambahkan, otoritas Israel juga tidak memberikan informasi apa pun kepada mereka.
Dalam persidangan pada 6 Februari, penahanan Tekeli diputus diperpanjang selama enam hari.
Polisi Israel menahan Tekeli sejak 15 Januari lalu di Bandara Ben Gurion Tel Aviv setelah dia menghadiri sebuah program di Yerusalem yang dimulai pada 11 Januari.
Kedutaan Besar Turki di Tel Aviv juga mengikuti perkembangan kasus ini dari dekat.