Chandni
09 Februari 2018•Update: 11 Februari 2018
Merve Aydogan
ANKARA
Tiga bocah Rohingya tenggelam setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik pada Kamis. Mereka berupaya melarikan diri dari Myanmar, menurut koran Dhaka Tribune.
Kapal mengangkut sebanyak 54 warga Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh dari Myanmar, tenggelam di Teluk Benggala pada Kamis siang, menurut polisi dan saksi mata.
Media lokal mengatakan kapal itu dihantam "arus yang kuat" yang kemudian mengakibat kapal itu tenggelam.
Korban yang tewas berusia antara empat bulan hingga tujuh tahun.
Rohingya, yang disebut PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, menghadapi ketakutan meningkat atas serangan yang membunuh puluhan orang pada kekerasan komunal pada 2012.
Sejak Agustus lalu, lebih dari 656.000 warga Rohingya menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh menyusul adanya operasi keamanan yang membunuh, menjarah rumah dan membakar desa mereka.
Setidaknya 9.000 Rohingya tewas di Rakhine antara 25 Agustus dan 24 September, menurut lembaga Dokter Lintas Batas (MSF).
Dalam sebuah laporan tertanggal 12 Desember, MSF mengatakan 71,7 persen Rohingya atau sekitar 6.700 orang tewas akibat kekerasan. Itu termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.