ANKARA
Pemerintah Turkiye kembali menegaskan dukungannya terhadap persatuan dan keutuhan wilayah Suriah, serta menekankan bahwa keamanan Suriah tidak dapat dipisahkan dari keamanan Turkiye.
Pernyataan tersebut disampaikan sumber-sumber Kementerian Pertahanan Nasional Türkiye dalam konferensi pers mingguan di Ankara, Kamis (15/1), saat diminta menjelaskan perkembangan terbaru situasi di Suriah.
Menurut mereka, pemerintah Suriah telah melaksanakan operasi kontra-terorisme yang dinilai berhasil di Aleppo, dengan tujuan memulihkan ketertiban umum dan menjamin keselamatan warga sipil.
“Pemerintah Suriah, yang bertindak untuk memastikan persatuan dan kohesi berdasarkan prinsip kesetaraan bagi seluruh kelompok etnis, telah berhasil melakukan operasi kontra-terorisme di Aleppo untuk menegakkan ketertiban umum dan melindungi keselamatan warganya,” ujar sumber kementerian tersebut.
Türkiye kembali menegaskan posisinya bahwa keamanan Suriah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan nasional Türkiye. Ankara juga menyatakan komitmennya terhadap prinsip “satu negara, satu angkatan bersenjata” di Suriah.
“Kami ingin menegaskan kembali bahwa kami memandang keamanan Suriah tidak terpisahkan dari keamanan kami sendiri, dan sesuai prinsip ‘satu negara, satu angkatan bersenjata’, kami siap mendukung perjuangan Suriah melawan kelompok teroris, jika dukungan tersebut diminta, dengan tetap berlandaskan pada persatuan dan keutuhan wilayah Suriah,” kata mereka.
Pada Maret 2025, Presiden Suriah mengumumkan penandatanganan kesepakatan integrasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) ke dalam lembaga-lembaga negara, yang menegaskan kembali persatuan wilayah dan menolak segala upaya pemecahan negara.
Kemudian pada April 2025, otoritas Suriah menandatangani kesepakatan terpisah terkait kawasan Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh di Aleppo. Kesepakatan tersebut menetapkan kedua wilayah tetap menjadi bagian administratif kota Aleppo dengan tetap menghormati kekhasan lokalnya.
Kesepakatan itu juga melarang manifestasi bersenjata, membatasi kepemilikan senjata hanya pada pasukan keamanan internal, serta mewajibkan penarikan pasukan SDF ke wilayah timur Sungai Eufrat di Suriah timur laut.
Namun demikian, otoritas Suriah menyatakan bahwa SDF hingga kini belum mematuhi ketentuan dalam kesepakatan-kesepakatan tersebut.
Pemerintah Suriah sendiri disebut terus meningkatkan upaya pemulihan keamanan di seluruh wilayah negara sejak tumbangnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, setelah 24 tahun berkuasa.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
