Dunia

Warga Suriah tuding YPG/SDF jadikan sipil perisai manusia di Aleppo

Warga mengaku diancam dengan senjata jika mencoba meninggalkan wilayah tersebut

16.01.2026 - Update : 16.01.2026
Warga Suriah tuding YPG/SDF jadikan sipil perisai manusia di Aleppo Warga sipil mengungsi di koridor kemanusiaan saat tentara Suriah mempersiapkan operasi melawan organisasi teroris YPG di sepanjang koridor Deir Hafir-Maskanah, di Aleppo, Suriah pada 15 Januari 2026.

ALEPPO/ISTANBUL

Kelompok bersenjata YPG/SDF dilaporkan mencegah puluhan ribu warga sipil meninggalkan wilayah Dayr Hafir, timur Aleppo, Suriah, dengan tujuan menjadikan mereka sebagai perisai manusia di tengah rencana operasi militer Tentara Suriah di kawasan tersebut.

Sejumlah warga yang berhasil melarikan diri dari Dayr Hafir mengatakan kepada Anadolu bahwa YPG/SDF menutup jalur keluar dan mengancam warga yang mencoba pergi. Mereka mendesak komunitas internasional memberikan tekanan agar kelompok tersebut membuka akses evakuasi aman bagi warga sipil.

Tentara Suriah diketahui tengah mempersiapkan operasi terhadap unsur YPG/SDF di sepanjang jalur Dayr Hafir–Maskanah, sebelah barat Sungai Eufrat. Aparat membuka koridor kemanusiaan untuk memungkinkan warga sipil keluar dengan aman sebelum operasi dimulai.

Namun, menurut para saksi, YPG/SDF memblokir jalur evakuasi resmi. Meski demikian, sebagian warga berhasil melarikan diri melalui rute alternatif, termasuk lahan pertanian dan jalur tidak resmi, dengan harapan dapat kembali ke rumah mereka setelah situasi membaik.

Mohammed Abu Musa, salah satu warga yang berhasil keluar bersama keluarganya, mengatakan mereka awalnya datang ke Dayr Hafir untuk keperluan pengobatan, namun terjebak semalaman akibat situasi keamanan. Ia menyebutkan pengeboman berlangsung sepanjang malam dan berdampak berat secara psikologis.

Abu Musa mengatakan keluarganya akhirnya dapat meninggalkan wilayah tersebut melalui jalan tanah di sisi Al-Malikiyah dan mencapai area aman dengan bantuan petugas kemanusiaan.

Warga lainnya, Fetayim Melloush (45), yang melarikan diri bersama suami dan empat anaknya, mengatakan YPG/SDF tidak mengizinkan warga sipil keluar meski banyak yang ingin menyelamatkan diri. Ia menuturkan mereka terpaksa meninggalkan rumah dan harta benda tanpa mengetahui ke mana harus pergi.

Suaminya, Ahmed Hayik (72), menyebut YPG/SDF memasang barikade di jalan-jalan utama, sehingga kendaraan dan pejalan kaki sama sekali tidak bisa melintas. Ia mengatakan mereka terpaksa melewati area pertanian dengan medan sulit.

Warga lain, Mustafa al-Hassun, mengatakan anggota YPG/SDF mengancam warga dengan senjata agar tetap tinggal di wilayah tersebut. Ia mengaku keluarganya dipaksa melarikan diri melalui jalur penyelundupan yang berbahaya.

“Mereka mengatakan, ‘kalau tetap tinggal di sini, atau kami tembak,’” kata Mustafa menirukan ancaman tersebut. Ia menambahkan banyak keluarga enggan mencoba keluar karena takut dibunuh atau menginjak ranjau darat.

Warga lain bernama Bilal Hassun mengatakan pemerintah telah menetapkan wilayah tersebut sebagai zona militer dan membuka rute kemanusiaan untuk evakuasi, namun YPG/SDF justru menutup jalur tersebut dan mencegah warga memasuki wilayah yang dikuasai pemerintah.

Ia menegaskan ribuan warga sipil masih terjebak di Dayr Hafir dalam kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan intervensi segera dari organisasi kemanusiaan internasional.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın