Türkİye, Ekonomi

Menteri Energi Turkiye: produksi gas di Laut Hitam akan meningkat dua kali lipat pada 2026

Turkiye menargetkan pengurangan ketergantungan impor energi dan defisit transaksi berjalan

Seyit Ahmet Eksik, Muhammad Abdullah Azzam  | 16.01.2026 - Update : 16.01.2026
Menteri Energi Turkiye: produksi gas di Laut Hitam akan meningkat dua kali lipat pada 2026

RIZE, Turkiye

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turkiye Alparslan Bayraktar mengatakan produksi gas alam dari Lapangan Gas Sakarya di Laut Hitam akan meningkat dua kali lipat pada 2026, seiring percepatan upaya Turkiye menuju kemandirian energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bayraktar saat berbicara dalam International Ayder Energy Forum yang digelar di Rize, Kamis (15/1). Ia menegaskan 2026 akan menjadi tahun penting bagi transformasi sektor energi Turkiye, baik di bidang gas alam, minyak, energi terbarukan, maupun nuklir.

“Pada 2026, produksi kami di Lapangan Gas Sakarya di Laut Hitam akan meningkat dua kali lipat. Dengan beroperasinya Platform Produksi Terapung Osmangazi, kami akan memproduksi gas alam yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 8 juta rumah tangga,” ujar Bayraktar.

Bayraktar menjelaskan bahwa penemuan gas di Lapangan Sakarya pada 2020 merupakan temuan gas alam terbesar dalam sejarah Republik Turkiye dan salah satu penemuan lepas pantai terbesar di dunia pada tahun tersebut. Saat ini, gas produksi dalam negeri dari Laut Hitam telah digunakan oleh sekitar 4 juta rumah tangga di Turkiye.

Ia menekankan bahwa peningkatan produksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Turki pada impor energi. Bayraktar mencatat bahwa pada 2022 Turkiye mengeluarkan sekitar 96,5 miliar dolar AS untuk impor energi, yang menjadi salah satu faktor utama defisit transaksi berjalan.

Dalam forum tersebut, Bayraktar juga menyoroti dinamika global sektor energi yang semakin kompleks akibat pandemi, konflik geopolitik, perang Rusia-Ukraina, serta meningkatnya permintaan listrik seiring digitalisasi dan penggunaan kendaraan listrik.

Menurutnya, dalam 20 tahun terakhir permintaan listrik dan gas alam di Turkiye telah meningkat tiga kali lipat dan diperkirakan kembali meningkat tiga kali lipat dalam 30 tahun ke depan. Kondisi ini menuntut kebijakan yang menitikberatkan pada keamanan pasokan dan diversifikasi sumber energi.

Selain gas alam, Bayraktar menegaskan komitmen Turkiye untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Ia mengatakan Turkiye menambahkan kapasitas terpasang sekitar 7.000–8.000 megawatt setiap tahun dan saat ini berada di peringkat kelima Eropa dalam pengembangan energi terbarukan.

Turkiye menargetkan kapasitas terpasang energi surya dan angin mencapai 120.000 megawatt pada 2035, sebagaimana diumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28.

Di sektor minyak, Bayraktar menyinggung Lapangan Gabar di wilayah Sirnak yang kini telah mencapai produksi sekitar 80.000 barel per hari. Ia menyebut proyek tersebut tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga membawa dampak sosial, dengan ribuan anak muda lokal terlibat dalam kegiatan produksi.

Bayraktar juga mengungkapkan rencana enam pengeboran baru di Laut Hitam untuk tujuan eksplorasi, termasuk pengeboran lepas pantai di wilayah Çayeli, Rize, yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Selain itu, Turkiye juga akan memulai produksi minyak nonkonvensional di Diyarbakir menggunakan metode baru, yang dinilai berpotensi menjadi pengubah permainan bagi sektor energi nasional.

Di bidang energi nuklir, Bayraktar menegaskan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Akkuyu di Mersin akan mulai berkontribusi pada pasokan energi nasional, dengan target memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan listrik dan energi Turkiye. Ia menambahkan Turkiye menargetkan kapasitas nuklir hingga 20.000 megawatt pada 2050, termasuk melalui reaktor modular kecil.

Bayraktar menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Turkiye memandang energi bukan sebagai sumber konflik, melainkan sebagai instrumen perdamaian, kerja sama regional, dan pembangunan bersama, termasuk melalui proyek energi dengan negara-negara tetangga.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın