Turki

Vaksinasi Covid-19 di Turki capai 64,5 juta dosis

Lebih dari 39,15 juta orang telah mendapatkan dosis pertama, sementara lebih dari 21,63 juta orang telah divaksinasi penuh

Handan Kazancı, Ahmet Gençtürk   | 23.07.2021
Vaksinasi Covid-19 di Turki capai 64,5 juta dosis Seorang petugas kesehatan memberikan suntikan pertama TURKOVAC kepada seorang sukarelawan dalam studi Fase 3, di Rumah Sakit Basaksehir Cam ve Sakura City, pada 8 Juli 2021 di Istanbul, Turki. Vaksin COVID-19 pertama Turki, Turkovac, diberikan kepada sukarelawan di Istanbul. Vaksin ini dikembangkan bersama oleh Universitas Erciyes dan Kementerian Kesehatan dengan bantuan ilmiah dan keuangan dari Institut Kesehatan Turki (TUSEB) serta beberapa pemangku kepentingan dan upaya para ilmuwan yang berdedikasi. ( Elif ztürk zgöncü - Anadolu Agency )

Ankara

Ahmet Gencturk

ANKARA

Turki telah memberikan hampir 64,5 juta dosis vaksin Covid-19 sejak meluncurkan kampanye vaksinasi massal pada Januari, menurut data resmi pada Kamis.

Negara itu terus melanjutkan kampanye vaksinasi intensif untuk membendung penyebaran virus korona, dengan semua penduduk berusia 18 tahun ke atas saat ini memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Menurut Kementerian Kesehatan, lebih dari 39,15 juta orang telah menerima dosis pertama mereka, sementara lebih dari 21,63 juta orang telah divaksinasi penuh.

Hingga saat ini, 63,08 persen populasi orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, dengan total 214.196 tes Covid-19 dilakukan selama sehari terakhir.

Kementerian juga mengkonfirmasi 9.586 infeksi baru dan 59 kematian terkait virus itu dalam 24 jam terakhir, sementara 5.093 pasien dinyatakan pulih.

Memperingati soal peningkatan kasus baru, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mendesak warga untuk divaksinasi.

Di tengah penurunan kasus secara nasional dan upaya vaksinasi yang dipercepat, Turki memasuki fase normalisasi pada 1 Juli, mencabut hampir semua pembatasan terkait virus.

Namun, demi membatasi penyebaran varian virus Delta, negara itu telah menangguhkan penerbangan dari India, tempat varian itu pertama kali muncul.

Kedatangan dari Inggris, Iran, Mesir dan Singapura juga wajib menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Menurut Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat, sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 4,13 juta jiwa di 192 negara dan wilayah, dengan lebih dari 192,17 juta kasus.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın