Megiza Soeharto Asmail
JAKARTA
Pemerintah Indonesia memastikan persedian vaksin difteri untuk penanganan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas wabah difteri masih aman hingga akhir tahun.
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyebut simpanan vaksin difteri saat ini adalah sebanyak 3,5 juta file.
“Stok vaksin cukup. Kami mendengar laporan ada 3,5 juta file, di mana satu filenya itu berisi 10 dosis. Jadi kalau dihitung-hitung kita tetap siap untuk tahun 2017,” kata Menteri Nila di Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, Senin.
Kemenkes juga memastikan, bahwa produsen obat PT Biofarma sudah menyatakan bisa menyediakan ADS [Anti-Difteri Serum].
“Untuk biaya pembelian vaksin bisa sampai Rp 1,6 triliun dan ini seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” imbuh Menteri Nila.
Terkait penyediaan vaksin difteri untuk tahun 2018, Menteri Nila mengaku pemerintah telah meminta PT Biofarma mempercepat dan meningkatkan produksi.
Hal itu dikarenakan pemberian vaksin untuk situasi ORI (Outbreak Response Immunization) harus dilakukan sebanyak tiga kali.
“Berarti, kalau pemberian ORI sekarang, dilanjutkan satu bulan dan enam bulan kemudian. Semua daerah tentu kita utamakan pemberian vaksin. Penyebaran ini terjadi karena mobilisasi penduduk,” kata Menteri Nila.
Lebih lanjut, Menteri Nila menegaskan bahwa meski wabah difteri di Indonesia saat ini dilabeli sebagai KLB, perawatan pasien difteri tidak memerlukan ruang isolasi bertekanan negatif atau khusus.
Dia menjelaskan, difteri menular melalui droplet atau air ludah, bukan melalui udara.
“Karena itu bukan dari udara, yang menunggu tentu harus menggunakan masker agar tidak terkena ludahnya.
Masyarakat diminta manfaatkan vaksin gratis
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Mohamad Subuh menjelaskan bakteri penyebab difteri dikeluarkan melalui air liur dengan batuk atau bersin. Difteri pun dikategorikan sebagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Jadi penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi. Tolong masyarakat mengerti. Karena untuk pencegahan tidak ada kata lain harus imunisasi,” kata Subuh.
Saat ini, Kemenkes menyiagakan puskesmas untuk melakukan imunisasi pencegahan difteri.
Mulai hari ini, respons imunisasi dilakukan serentak di 12 kabupaten atau kota di tiga provinsi, yakni Banten (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan), DKI Jakarta (Jakarta Utara dan Jakarta Barat), sertaJawa Barat (Purwakarta, Karawang, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi)
Target respons imunisasi tersebut, kata Subuh, menyasar sebanyak 7,9 juta anak di wilayah-wilayah tersebut.
“Sasarannya adalah anak usia satu hingga 18 tahun yang diberikan secara gratis. Untuk usia di atas 18 tahun, kami mohon maaf, pemerintah belum bisa memberikan gratis, bisa swadaya sendiri,” kata Subuh.
news_share_descriptionsubscription_contact

