Fatih Erel
12 Mei 2018•Update: 13 Mei 2018
Fatih Erel
JENEWA
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki total stok 300ribu dosis vaksin penyakit Ebola yang dapat disebarkan ke Republik Demokratik Kongo (DRC) setelah pemerintah Kongo memberi lampu hijau untuk memulai proses vaksinasi, Wakil Direktur Jenderal WHO mengatakan pada hari Jumat.
Saat ini, ada dua kasus penyakit virus Ebola yang dikonfirmasi di DRC, Deputi Direktur Jenderal WHO tentang Kesiapsiagaan Gawat Darurat dan Respon Kesiapan dan Tanggap Darurat Peter Salama mengatakan kepada Anadolu Agency di Jenewa pada hari Jumat.
"Ini adalah vaksin eksperimen yang harus dijaga antara minus 60 dan minus 80 derajat Celcius. Tapi, Anda bisa membayangkan di pedesaan DRC di mana tidak ada listrik, itu bukan hal yang mudah dilakukan," katanya.
Salama juga menyatakan keprihatinan atas risiko penyebaran penyakit dalam lingkup regional kawasan yang mencakup sembilan negara tetangga ini.
Ini adalah wabah Ebola kesembilan yang terjadi di Kongo, sejak virus ditemukan ada di negara ini pada tahun 1976 silam.
Ebola menyebabkan kekhawatiran global pada tahun 2014 ketika wabah terburuk di dunia dimulai di Afrika Barat dan menewaskan lebih dari 11.300 orang, serta menginfeksi sekitar 28.600 saat melanda Liberia, Guinea dan Sierra Leone.