Megiza Soeharto Asmail
30 November 2017•Update: 02 Desember 2017
Mohamed al-Samie
SANAA
Lebih dari 960 ribu diduga telah terjangkit wabah kolera sejak peperangan pecah di Yaman pada 27 April lalu.
Dalam sebuah laporan terbaru yang dikeluarkan oleh WHO, tercatat sebanyak 962.536 kasus kolera telah menyebar di negara yang kini dilanda kemiskinan.
Pada kurun waktu peperangan itu, WHO menemukan ada 2219 kematian yang berkaitan dengan kolera, yang terjadi di 22 provinsi di Yaman.
Angka tertinggi kasus kolera ini, yaitu sekitar 140 ribu kasus, dilaporkan berasal dari Provinsi Al-Hudeidah, yang terletak di wilayah barat Yaman.
Sementara itu, angka kematian tertinggi yakni sekitar 417 kasus berasal dari Provinsi Hajjah.
Satu-satunya bagian dari negara ini yang tidak terdampak kolera adalah Provinsi Socotra, sebuah wilayah kepulauan yang berisi empat pulau di Laut Arab.
Yaman masih terjerat oleh kekacauan dan kekerasan sejak tahun 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara tersebut.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi meluncurkan serangan udara yang menghancurkan yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan Houthi.
Menurut Komite Palang Merah Internasional, ada lebih dari 3 juta orang Yaman yang telah dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka sejak konflik dimulai. Sementara lebih dari 20 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.