Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Oktober 2019•Update: 02 Oktober 2019
Enes Kaplan, Aynur Ekiz, Sena Guler
ANKARA
Dewan Keamanan Nasional Turki pada Senin mengatakan negara akan semakin memperkuat upayanya untuk menciptakan zona aman di Suriah utara.
"Turki akan semakin memperkuat upaya tulusnya untuk mewujudkan proyek zona aman," kata dewan yang diketuai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan di kompleks kepresidenan di Ankara.
Dewan menekankan bahwa Turki menganggap proyek itu sebagai masalah kemanusiaan dan akan membantu warga Suriah kembali dengan selamat ke tanah air.
Pada 7 Agustus, pejabat militer Turki dan AS sepakat untuk mendirikan zona aman di Suriah utara dan mengembangkan koridor perdamaian untuk memfasilitasi pergerakan warga Suriah yang ingin kembali ke rumah mereka.
Kedua negara juga sepakat untuk mendirikan pusat operasi bersama.
Kesepakatan tersebut juga menetapkan langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk mengatasi masalah keamanan Turki, termasuk membersihkan zona teroris YPG/PKK.
Dewan Keamanan Nasional juga mengkonfirmasi bahwa operasi anti-teror "Cakar" yang diluncurkan di Irak utara akan berlanjut sampai kawasan itu bersih dari para teroris demi keselamatan kedua negara.
Pada 27 Mei, Ankara meluncurkan Operasi Cakar terhadap kelompok teror PKK di wilayah Hakurk di Irak utara, diikuti oleh fase kedua dan ketiga operasi pada Juli dan akhir Agustus.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Dewan mengungkapkan bahwa Turki bertekad untuk melanjutkan aktivitas di Mediterania Timur dalam kerangka landas kontinennya - yang terdaftar di PBB - dan perjanjian dengan Republik Turki Siprus Utara (TRNC).
Turki telah secara konsisten menentang pengeboran sepihak pemerintah Siprus Yunani di Mediterania Timur, menegaskan bahwa TRNC juga memiliki hak atas sumber daya di wilayah tersebut.
Sejak musim semi tahun ini, Ankara telah mengirim dua kapal pengebor, Fatih dan Yavuz, ke Mediterania Timur, menegaskan hak-hak Turki dan TRNC atas sumber daya wilayah tersebut.