Rıskı Ramadhan
16 April 2018•Update: 17 April 2018
Nilay Kar Onum
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu mengatakan bahwa sejauh ini Turki telah memulangkan 80 anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dari luar negeri.
Erdogan dalam pidatonya pada kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) di Istanbul, Erdogan mengatakan, “Kami telah memulangkan 80 [teroris] FETO dari luar negeri sejauh ini.”
"Kami juga akan menangkap mereka [yang tersisa]," ujar Erdogan.
Untuk pemimpin FETO yang berada di AS Fetullah Gulen, dia mengatakan, "Anda, yang berada di Pennsylvania, juga akan datang."
Pekan lalu, intelijen Turki memulangkan tiga petinggi Organisasi Teroris Fetullah(FETO) ke Turki sebagai hasil dari operasi anti-teror terhadap kelompok teroris tersebut di Gabon ,menurut sumber-sumber keamanan.
Pada Maret, anggota intelijen Turki juga berhasil memulangkan enam petinggi FETO ke Turki dalam operasi terhadap kelompok teroris tersebut di Balkan, menurut sumber keamanan.
Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) menangkap enam orang tersebut sebagai hasil dari kerja sama dengan badan intelijen Kosovo.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, melakukan upaya kudeta yang dikalahkan pada tanggal 15 Juli 2016.
Kudeta itu menyebabkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.
Pelaku serangan teroris terhadap demokrasi Turki juga mencoba membunuh Presiden Turki, membom parlemen Turki, warga sipil serta sejumlah bangunan pemerintah.
FETO juga diduga berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, kepolisian, dan kejaksaan.
Erdogan juga memyampaikan bahwa 4.163 teroris telah dilumpuhkan dalam Operasi Ranting Zaitun di wilayah Afrin, Suriah.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk membasmi kelompok teroris YPG/PKK dan Daesh dari Afrin di barat laut Suriah, di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan pusat kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama bagi YPG/PKK sejak 2012.
Presiden Turki menambahkan, 337 teroris PKK di Irak utara dan 190 lainnya di dalam Turki juga telah dilumpuhkan.
PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, telah melancarkan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun dan bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 orang.
Lebih dari 1.200 personil keamanan Turki dan warga sipil, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak tewas sejak kelompok itu melanjutkan kampanye bersenjatanya melawan Turki pada 2015.