Gozde Bayar
ANKARA
Jutaan orang Istanbul kembali memberikan suaranya pada Minggu, 23 Juni, untuk memilih wali kota yang akan memimpin kota mereka selama lima tahun ke depan.
Ekrem Imamoglu, kandidat oposisi Partai Rakyat Republik (CHP), dan Binali Yildirim dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa, akan bersaing untuk menjadi pemimpin kota metropolitan terpadat di Turki, setelah pemungutan suara sebelumnya pada 31 Maret dibatalkan oleh dewan pemilihan umum negara itu bulan lalu.
Jutaan pemilih Turki memberikan suara mereka secara nasional pada Maret dalam pemilihan lokal untuk memilih wali kota, anggota dewan kota, mukhtar (pejabat lingkungan) dan anggota dewan sesepuh untuk lima tahun ke depan.
Pada 31 Maret, jumlah pemilih yang berpartisipasi mencapai 83,88 persen, enam poin lebih rendah dari pemilihan lokal sebelumnya 30 Maret 2014.
Di Istanbul, Imamoglu menerima 48,8 persen suara, sedangkan Yildirim memperoleh 48,55 persen, menurut angka resmi dari Dewan Pemilu Tertinggi (YSK).
Partai AK menang di 24 kota kabupaten di seluruh provinsi, sementara CHP hanya memenangkan 14.
Hasil pemilu Istanbul pada Maret dibatalkan setelah Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa dan mitra koalisinya, Partai Gerakan Nasionalis (MHP), mengajukan keberatan.
Sertifikat Wali kota Ekrem Imamoglu, kandidat dari Partai Rakyat Republik (CHP) pun dibatalkan oleh YSK pada 6 Mei.
Mengapa pemilihan diulang?
YSK memutuskan untuk mendukung pemilihan ulang, dengan tujuh suara mendukung dan empat menentang.
Sekitar 30.281 suara dalam 108 kotak suara dinyatakan tidak sah karena lembar penghitungan suara tidak ditandatangani atau tidak ada sama sekali, kata Dewan Pemilihan Umum negara (YSK) dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, panitia pemungutan suara yang bukan pegawai negeri turut bertugas di 754 pusat pemungutan suara dalam pemilihan wali kota 31 Maret di Istanbul.
Dewan mengatakan praktik ini belum pernah terjadi sebelumnya dan memengaruhi perbedaan antara aliansi yang berkuasa dan oposisi - hingga 13.729 surat suara - dan karena itu menimbulkan pertanyaan tentang validitas hasil.
Apa yang akan terjadi pada 23 Juni?
Ketua YSK Sadi Guven mengatakan semua pemilih yang memenuhi syarat dan memberikan suara mereka dalam jajak pendapat 31 Maret akan dapat melakukannya lagi dalam pemungutan suara ulang wali kota metropolitan Istanbul.
Namun, sebanyak 44.852 pemilih dikeluarkan dari daftar pemilih karena terjerat masalah hukum, dinas militer atau meninggal dunia.
YSK mengumumkan bahwa jumlah pemilih terdaftar untuk pemilihan ulang berjumlah 10.560.963.
Pada pemungutan suara 31 Maret, para pemilih memilih di antara 32 kandidat, 24 di antaranya independen.
Kali ini, hanya akan ada 21 kandidat, termasuk nominasi dari Partai AK, CHP, Partai Felicity (Saadet) dan Partai Patriotik (Vatan) bersama dengan 17 calon independen.
Bagaimana partai-partai bereaksi terhadap pemilu ulang?
Partai Kiri Demokrat (DSP), Partai Turki Independen (BTP), Partai Demokrat (DP), Partai Komunis Turki (TKP), Partai Gerakan Buruh (EHP) dan Gerakan Komunis Turki (THK) menarik kandidat mereka untuk memprotes keputusan YSK mengadakan pemilihan ulang.
Total suara untuk enam partai yang ditarik berjumlah sekitar 94.500, yang ditetapkan sebagai basis suara yang sangat relevan, mengingat perbedaan hasil akhir antara Imamoglu dan Yildirim hanya 13.000 suara.
Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang juga ketua Partai AK, mengecam kritik terhadap pemilihan ulang.
"Satu-satunya tujuan kami dalam proses [pemilihan] ini adalah untuk memastikan bahwa hasil kehendak nasional dicatat dengan cara yang paling akurat dan sehat," kata Erdogan.
Mengomentari pemungutan suara ulang, pemimpin CHP Kemal Kilicdaroglu mengatakan kewajiban sipil menunggu warga Istanbul pada 23 Juni.
"Mereka yang sedang berlibur harus kembali [ke Istanbul] dan memberikan suara," kata Kilicdaroglu.
CHP mengatakan pihaknya berencana untuk menempatkan seorang pengacara di setiap kotak suara untuk memantau proses pemungutan suara.
Menekankan bahwa ada 76 dewan pemilihan umum di Istanbul, CHP mengatakan akan menugaskan salah satu wakil parlemennya untuk setiap dewan yang bertanggung jawab menghitung surat suara.
Sementara itu, Partai AK mengatakan akan menugaskan setidaknya sembilan petugas untuk setiap kotak.
Debat calon wali kota Istanbul
Yildirim dan Imamoglu duduk bersama untuk debat calon wali kota yang disiarkan di televisi pada 16 Juni, seminggu sebelum pemilu ulang digelar.
Ini adalah debat politik pertama dan yang paling ditunggu-tunggu setelah Partai AK memenangkan wali kota Istanbul 17 tahun lalu.
Selama debat, yang dimoderatori oleh jurnalis veteran dan presenter TV Ismail Kucukkaya, Yildirim menekankan bahwa Partai AK pertama kali mengusulkan penghitungan ulang semua surat suara yang tidak valid, bukan pemilihan baru, tetapi pihak oposisi gagal untuk bekerja sama.
"Jika suara saya dihitung untuk CHP atau kandidat lain, ini adalah pencurian," ujar dia.
Sementara itu, Imamoglu menolak tuduhan pencurian suara dan menyebut pemilihan ulang Istanbul sebagai bagian dari perjuangan untuk demokrasi, bukan hanya sekedar pemilihan lokal.
Mengenai janji-janji pemilu, Imamoglu mengatakan jika terpilih, dia akan menugaskan tim khusus untuk secara eksklusif mengurus warga Suriah yang tinggal di kota itu.
Yildirim mengatakan warga Suriah sudah aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi di Istanbul dan bahwa inisiatif kota mengenai masalah ini sudah ada sebelumnya, meskipun masih harus diperkuat.
Kedua kandidat sepakat bahwa Turki belum menerima cukup dukungan internasional untuk masalah pengungsi Suriah.
Mereka juga berjanji untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Istanbul melalui proyek-proyek baru dan dinas tenaga kerja, serta untuk meningkatkan ruang hijau di seluruh kota.
Selama kampanye, pemimpin Imamoglu dan Yildirim menghadiri sejumlah pertemuan di berbagai distrik kota dan mengadakan kampanye publik hampir setiap hari.
Peraturan soal larangan berita pemilu
Kedua belah pihak melakukan kampanye pemilihan aktif dengan iklan melalui berbagai media seperti TV dan radio.
Otoritas radio dan televisi Turki mengumumkan bahwa kampanye berakhir pada 22 Juni pukul 18.00 (22.00 WIB).
Setelah itu, media dilarang menayangkan segala bentuk iklan politik serta berita tentang pemilihan dan hasilnya atau prediksi apa pun.
news_share_descriptionsubscription_contact
