Hayati Nupus
26 Februari 2019•Update: 28 Februari 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Thailand akan mengesahkan RUU Perberasan dalam waktu dekat, lansir Bangkok Post.
Dewan Legislatif Nasional Thailand (NLA) mengatakan pihaknya dan pemerintah akan bertemu untuk meluruskan poin-poin kontroversial dalam RUU itu, ujar kepala NLA Thailand Jet Sirathraanon.
Sirathraanon yakin, setelah pertemuan itu akan ada jalan terang bagi RUU perberasan, yang bulan lalu dikritik petani karena khawatir RUU tersebut akan berdampak negatif pada penghidupan mereka.
Para petani menyoroti Pasal 27 RUU tersebut yang melarang perdagangan benih padi yang belum disetujui oleh Departemen Beras.
Menurut petani, RUU tersebut hanya akan menguntungkan produsen skala besar.
Sedang petani kecil yang mengembangkan varietas padi asli, justru beroleh persoalan dengan adanya RUU ini jika memiliki benih tanpa mendaftarkannya ke pihak berwenang.
Para petani dan aktivis mengancam akan menggelar rapat umum besar Maret mendatang jika RUU ini tidak dibatalkan bulan ini.
Wakil Menteri Perdagangan Thailand Chutima Bunyapraphasara sebelumnya mengatakan bahwa petani keliru mengomentari naskah RUU tersebut.
Mereka, lanjut Chutima, merespon naskah RUU lama, bukan yang telah diperbarui belakangan ini.
Tahun lalu pemerintah menyarankan agar NLA mengubah isi RUU itu namun tak disetujui dengan berbagai alasan.
Anggota NLA Kittisak Rattanaworaha, pengusul RUU itu, mengatakan bahwa pertemuan pembahasan itu akan dihadiri oleh anggota kabinet dan perwakilan Dewan Negara.
Rattanaworaha menekankan bahwa NLA tidak memperoleh tekanan dari partai politik, termasuk Partai Pracharath Palang yang pro-rezim dan tidak sepakat dengan RUU tersebut.