Muhammad Nazarudin Latief
09 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Muhammad Nazaruddin Latief
JAKARTA
Pemerintah mulai melakukan penetrasi dan intervensi pasar terhadap beras kualitas medium yang mulai menyentuh harga eceran tertinggi (HET) beberapa hari belakangan di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukia mengatakan, mulai Selasa ini beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menyebar ke seluruh pedagang pasar di Indonesia.
“Beras Bulog harus masuk ke seluruh pasar tradisional besok, jenis medium. Harga tidak boleh lebih tinggi dari HET di seluruh daerah,” ujar Menteri Enggar di Jakarta, Senin.
Mendag sebelumnya sudah menetapkan HET beras kualitas medium sebesar Rp9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah memberikan kelonggaran biaya distribusi ke Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur sebesar Rp500/kg, serta ke Maluku dan Papua sebesar Rp800/kg.
Saat ini harga besar berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium dijual pada harga Rp11.131 per kilogram pada Senin.
Sedangkan data dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dalam satu pekan terakhir harga beras jenis IR-64 II berkisar dari Rp11.100-Rp11.675 per kilogram. Sedangkan untuk jenis IR-64 III berkisar dari Rp7.800-Rp8.800 per kilogram.
Menurut Menteri Enggar, pemerintah tetap memberikan margin yang cukup pada para pedagang untuk mencari keuntungan. Namun, tetap tidak boleh melebihi HET.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di tempat yang sama, mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyelidiki dugaan praktik pengoplosan beras di Kalimantan Selatan. Para pelaku diduga mencampur beras kualitas medium dan memberi label kualitas premium.