Rıskı Ramadhan
11 November 2017•Update: 12 November 2017
Tolga Albay
IZMIR, Turki
Turki kembali mengekspor tomat ke Rusia menyusul dicabutnya pembatasan ekspor komoditas tersebut.
Pengiriman tomat pertama dilakukan dari kota Bergama, provinsi Izmir yang berasal dari panen salah satu rumah kaca terbesar di dunia, Agrobay.
Tomat-tomat tersebut akan dipasarkan di 750 gerai market milik perusahaan retail terkemuka Rusia.
Agrobay setiap tahunnya mengirim 10 ribu ton tomat ke Rusia, namun tahun ini mereka hanya akan mengirim 5 ribu ton.
"Jika pihak Rusia meminta lebih, mereka menambah menjadi 7 ribu ton tergantung harga," kata Senturk, direksi Agrobay.
Senturk menambahkan, sejak tahun 2003 Rusia adalah pasar terbesar. Setiap tahun, mereka mengirim 10 ribu dari 14 ribu ton total produksi ke Rusia. Namun tahun lalu mereka tak bisa mengekspor menyusul ketegangan Turki-Rusia dalam insiden penembakan pesawat Rusia oleh Turki.
Agrobay akhirnya menjual 65 persen hasil produksi ke pasar domestik dan mencari pelanggan baru di Eropa.
Menurut dia, tahun lalu harga tomat di Rusia mencapai USD30 atau sekitar Rp400 ribu per ton dan otomatis konsumsi tomat pun menurun.
Senturk menegaskan pihaknya akan mengurangi ketergantungan terhadap Rusia dan akan mencari pasar baru di Timur Tengah dan Amerika Serikat.
Rusia, yang merupakan pasar terbesar bagi Turki dalam perdagangan tomat, berhenti mengimpor tomat dari Turki pasca penjatuhan pesawat tempur Rusia di wilayah udara Turki pada November 2015.