Muhammad Latief
05 September 2017•Update: 06 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga semua jenis beras di tingkat penggilingan, sekaligus mengingatkan bahwa kenaikan harga akan terjadi untuk beberapa jenis komoditas menjelang Natal Desember 2017 mendatang.
Meskipun tidak signifikan, harga beras jenis premium pada Agustus naik 0,57 persen menjadi Rp 9.437 dibanding Juli lalu. Sementara untuk beras jenis medium pada Agustus naik menjadi Rp 8.823 atau 0,91 persen dibanding bulan sebelumnya. BPS juga mengungkapkan kenaikan beras jenis rendah juga terjadi di tataran Rp 8.436 di Agustus atau naik 0,94 persen dari bulan lalu.
“Ini harga di tingkat penggilingan padi, bukan di pengecer,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta Senin.
Meskipun demikian, dibandingkan periode yang sama di bulan Agustus 2016, harga beras kualitas medium dan kualitas rendah justru mengalami penurunan sebesar masing-masing 0,88 persen dan 0,76 persen. Sementara beras jenis premium justru mengalami kenaikan sebesar 0.75 persen.
Untuk harga gabah kering petani (GKP) di tingkat petani ternyata mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen menjadi Rp 4.509 per kg. Ditingkat penggilingan GKP naik sebesar 0,48 persen di periode yang sama di Juli 2017 lalu.
BPS juga mencatat harga gabah kering giling (GKG) juga mengalami kenaikan baik ditingkat petani maupun di tingkat penggilingan sebesar masing-masing 0,24 persen dan 0.52 persen. Begitu juga gabah kualitas rendah di tingkat petani dan di tingkat penggilingan, meski pun kenaikannya juga tidak begitu signifikan.
“Survey monitoring harga gabah ini dilakukan pada 1.607 observasi transaksi penjualan di 25 provinsi,” kata Suhariyanto.
Suhariyanto berharap kebijakan terbaru Kementerian Perdagangan (Kemendag) soal harga eceran tertinggi (HET) beras ukuran medium dan premium yang berlaku mulai 1 September bisa mengendalikan harga bahan pangan dari kenaikan.
Pihak BPS mengingatkan beberapa komoditas yang perlu diwaspadai dari kenaikan harga yaitu cabai merah, daging, dan garam.
“Pada Desember kita juga harus mewaspadai kenaikan harga berbagai komoditas, karena saat itu akan ada perayaaan Natal dan liburan akhir tahun,” kata Suhariyanto, sambil menambahkan kalau pihaknya optimis inflasi bisa dikendalikan .