Pizaro Gozali Idrus
19 Juni 2020•Update: 23 Juni 2020
JAKARTA
Kelompok pemberontak Arakan Army merilis wawancara dengan seorang tawanan Tatmadaw (militer) yang mengklaim telah membunuh tiga pria Rohingya anggota Tentara Pembebasan Arakan Rohingya (ARSA) dalam aksi penumpasan pada 2017.
Dalam wawancara itu, personil Tatmadaw, yang diidentifikasi sebagai Kapten Nyi Nyi Zaw, mengatakan pasukannya menembak mati tiga pria Muslim itu di dekat Desa Zin Pai Nyar di kota Maungdaw pada September 2017.
Namun juru bicara Tatmadaw Brigadir Jenderal Zaw Min Tun membantah klaim tersebut dan menuduh AA memaksa petugasnya membuat pengakuan.
"Dia telah ditahan selama berbulan-bulan, jadi dia harus melakukan apa yang diminta Arakan Army kepadanya," kata dia seperti dikutip Myanmar Times pada Jumat.
"Itu tidak benar. Kami menjalankan semua misi sesuai dengan aturan militer,” ucap dia.
Kapten Nyi Nyi Zaw termasuk di antara beberapa orang yang ditangkap Arakan Army dari atas kapal penumpang pada Oktober 2019.
Juru bicara AA Khaing Thu Kha membantah kelompoknya telah memaksa petugas untuk membuat tuduhan.
“Dia hanya memberi tahu kami apa yang dia alami. Kami akan membebaskan tahanan hanya jika Tatmadaw membebaskan warga Arakan,” kata dia.