Maria Elisa Hospita
22 April 2019•Update: 23 April 2019
Kyaw Ye Lynn
YANGON
Pengadilan atas pelakon teater satire yang dituding menghina Angkatan Bersenjata Myanmar dimulai pada Senin.
Dalam sepekan terakhir, polisi menangkap lima mahasiswa yang merupakan anggota kelompok teater Peacock Generation Thangyat.
Mereka menghadapi tuntutan pidana yang diajukan oleh komando militer regional karena menyindir militer selama pertunjukan di Festival Thingyan.
Setelah dibebaskan dengan jaminan, kelima mahasiswa itu kemungkinan akan menghadapi hukuman maksimum empat tahun penjara atau dikenai denda.
"Thangyat" adalah pertunjukan teater satiris yang menampilkan pembacaan sajak dengan diiringi musik tradisional, dan diselingi lagu atau tari-tarian.
Pertunjukkan itu dipertontonkan selama festival air Thingyan untuk merayakan Tahun Baru Myanmar.
Kay Khine Tun, anggota Peacock Generation yang ditangkap pada hari Jumat, mengatakan pihak berwenang seharusnya tak lagi melakukan pra-sensor Thangyat, yang dilarang selama pemerintahan militer sampai tahun 2011.
Dia bersama empat anggota teater lainnya menghadapi tuntutan pidana karena tak menyerahkan naskah mereka ke otoritas sensor sebelum tampil.
"Jika Anda melarang atau menyensor Thangyat, itu berarti Anda menutup telinga terhadap suara rakyat," ujar Kay Khine Tun usai disidang di Mayangone, Yangon.
"Kami menganggap penangkapan ini sebagai serangan terhadap kebebasan berekspresi," tambah dia.
Pekan lalu, Human Rights Watch (HRW) yang bermarkas di New York mendesak pemerintah dan militer Myanmar untuk membatalkan tuntutan terhadap para mahasiswa.
"Ketimbang menangkap mereka, pemerintah seharusnya mendengarkan apa yang mereka sampaikan," kata HRW.