Pızaro Gozalı Idrus
26 Desember 2019•Update: 26 Desember 2019
JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar kongres ke-7 Umat Islam Indonesia pada akhir Februari 2020.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyampaikan kongres tersebut akan mengusung tema “Menyongsong Arah Baru Perjuangan Umat Islam Indonesia 5 Tahun ke Depan”.
Din menjelaskan kongres tersebut akan membahas arah perjuangan umat Islam ke depan, khususnya soal sikap politik.
“Bagaimana umat Islam mengantisipasi dinamika kebangsaan, khususnya politik,” ujar Din dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis.
Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Noor Ahmad mengatakan kongres juga akan membahas maraknya politik transaksional sehingga liberalisasi politik terjadi di tengah bangsa.
MUI juga akan melakukan upaya revitalisasi terhadap ormas Islam dan partai Islam.
“Kalau memungkinkan, kita memberikan panduan terhadap partai politik Islam, apa yang akan mereka lakukan,” ucap dia.
Selain itu, kata Noor Ahmad, menyampaikan Kongres Umat Islam turut mengkaji Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dinilai belum selaras dengan norma agama.
Di bidang hukum, kata dia, banyak aturan yang tidak efisien, sampai pemerintah membuat omnibus law.
Dia juga menyoroti banyaknya RUU yang dinilai kurang memperhatikan norma agama seperti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).
“Itu problem secara umum, sementara umat Islam menerima apa adanya,” ujar Noor.