26 Juli 2017•Update: 27 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dalam acara Anugerah Syiar Ramadhan 2017 menegaskan pentingnya menjaga keutuhan bangsa yang merupakan salah satu tugas utama organisasi ini.
Ia mengatakan bahwa MUI, yang didirikan pada 26 Juli 1975 silam, terus berusaha agar tetap istiqamah dalam menjaga umat dan mengawal negara melalui perilaku yang terpuji dan akidah islamiyah.
"Umat Islam wajib menegakkan Pancasila sebagai dasar negara, menjaganya dari rongrongan siapapun dengan alasan dan ideologi apapun. Indonesia adalah wilayah kesepakatan. Ini bukan negara perang, bukan pula negara kafir, melainkan negara kesepakatan," kata Ma'ruf dalam acara yang bertempat di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu malam.
Menurutnya, negara terbentuk karena adanya interdependensi atau rasa saling membutuhkan yang begitu kuat antarwarganya sehingga kerukunan harus senantiasa dijaga.
"Umat muslim dan nonmuslim harus saling berjanji untuk hidup berdampingan dengan damai, saling menyayangi, karena kita diperintahkan Allah untuk menyayangi makhluk di bumi. Kita harus berjanji untuk saling tolong," tegasnya.
Di samping itu, Ma'ruf juga melihat betapa pentingnya ekonomi berbasis syariah dan umat demi mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bangsa mengingat perekonomian Indonesia mayoritas dikuasai oleh segelintir orang, memperbesar jarak antara si kaya dengan si miskin.
Guna mencapai tujuan tersebut, MUI telah meluncurkan Program Arus Baru Ekonomi Indonesia yang di dalamnya mencakup Program Domba Nasional (Prodombas) yang diterapkan di Provinsi Jawa Barat dan Banten, serta Program Konco Jagung di Bojonegoro, Jawa Timur.
Acara penganugerahan ini diselenggarakan oleh MUI dan bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia. Adapun tamu kehormatan yang hadir ialah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian.