Erric Permana
28 Agustus 2020•Update: 28 Agustus 2020
JAKARTA
Komnas HAM mengungkapkan meningkatkan pengaduan pelanggaran terkait konflik agraria di daerah.
Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab mengatakan pengaduan paling banyak berasal dari Sumatera Utara, Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Menurut dia, fenomena ini menunjukkan adanya hubungan antara konflik agraria dan berkembangnya investasi perkebunan besar.
"Masalah itu akan berkembang menjadi kekerasan, penangkapan dan yang lain jika tidak ditangani dengan baik. Akan jadi problem sosial lain," Amiruddin dalam diskusi virtual, Jumat.
Sementara aduan dari Pulau Jawa biasanya berkaitan dengan pelayanan publik yang belum baik.
Jumlah aduan dari pulau ini juga cukup tinggi, kata Amiruddin.
Bisa saja hal ini terjadi karena dekat dengan pusat kekuasaan dan lebih banyak terpapar informasi tentang HAM, ujar dia.
Menurut Amiruddin, muncul juga aduan yang secara kuantitas sedikit namun menimbulkan dampak cukup besar hingga menjadi masalah nasional, yakni mengenai perilaku diskriminatif.
"Yaitu sekelompok orang melakukan tindakan pelanggaran HAM kepada kelompok lain karena berbeda, baik secara keagamaan maupun lainnya," ujar dia.