Erric Permana
27 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
BOGOR
Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada menterinya untuk memperketat pengawasan terhadap impor sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia.
Ini disampaikan Jokowi - sapaan Joko Widodo - dalam rapat terbatas mengenai impor sampah dan limbah di Istana Bogor, Jawa Barat pada Selasa.
Selain memperketat pengawasan, Jokowi juga meminta agar bawahannya tegas dalam menegakkan aturan impor itu.
"Langkah-langkah tegas yang harus dilakukan ketika menemukan pelanggaran di lapangan," ujar Jokowi.
Hal itu dilakukan karena presiden mendapatkan laporan mengenai tren impor sampah dan limbah yang semakin meningkat.
Bahkan dalam pertemuan antar kepala negara banyak membahas mengenai impor sampah dan limbah dari negara maju ke negara berkembang.
"Jadi bukan hanya di Indonesia saja. Peningkatan impor sampah dan limbah harus betul-betul disikapi dengan hati-hati," tambah dia.
Menurut dia, sampah dan limbah yang masuk ke Indonesia berpotensi merusak lingkungan jika tidak bisa didaur ulang.
Bahkan akan lebih berbahaya jika terkontaminasi dengan bahan berbahaya bagi masyarakat.
Namun, di satu sisi impor tersebut untuk memenuhi bahan baku industri.
"Oleh karena itu langkah-langkah pengendalian harus dilakukan," kata Jokowi.
Dia meminta agar para industri memaksimalkan potensi sampah yang ada di dalam negeri.
Selain itu juga dia meminta agar para menteri memperbaiki tata kelola impor sampah dan limbah.