Turki, Dunia

Presiden Erdogan panggil Presiden Jokowi “my brother”

Erdogan pastikan kunjungan ke Jakarta pada triwulan I 2020

Muhammad Nazarudin Latief   | 24.08.2019
Presiden Erdogan panggil Presiden Jokowi “my brother” Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal (kedua kiri) bersalaman dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan di İstana Kepresidenan Kulliyesi, Ankara, Turki. (Kementerian Luar Negeri - Anadolu Agency(

Jakarta Raya

JAKARTA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selalu berusaha menunjukkan keakrabannya pada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Saat menerima Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, Jumat, Presiden Erdogan berulang kali menyebut Presiden Jokowi, demikian Joko Widodo sering dipanggil, dan wakil presiden Jusuf Kalla sebagai "my brother".

"Di setiap pertemuan di mana kami hadir, saya selalu menyempatkan diri bertemu dengan Brother Widodo," cerita Presiden Erdogan pada Dubes Iqbal tentang “momen bromance”nya dengan Presiden Jokowi di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu.

Dubes Iqbal diterima oleh Presiden Erdogan di ruang tamu Istana Kepresidenan Kulliyesi, Ankara, Turki, selama lebih dari 1 jam.

Iqbal menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Jokowi kepada Presiden Erdogan.

Keduanya juga membahas berbagai isu bilateral, antara lain rencana kunjungan Presiden Erdogan ke Jakarta yang dipastikan akan dilaksanakan pada pada triwulan pertama 2020.

Menurut Presiden Erdogan pada Dubes Iqbal, Presiden Jokowi sendiri mengingatkan koleganya tentang kunjungan ke Jakarta.

Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki pada 2017. Saat itu mantan Wali Kota Solo itu disambut oleh barisan pasukan yang mengenakan seragam tentara Ottoman, sebuah prosesi yang spesial dalam menyambut tamu negara.

Sementara itu, Presiden Erdogan terakhir melakukan kunjungan ke Jakarta pada 2015.

Berikutnya Dubes Iqbal dan Presiden Erdogan juga membicarakan masalah perluasan kerja sama Industri pertahanan, penyelesaian perjanjian perdagangan bebas, kerja sama pemberantasan terorisme.

“Ini sebuah kehormatan buat saya dan buat bangsa yang saya wakili. Ini menunjukkan bahwa Indonesia punya tempat khusus di hati beliau," ujar Dubes Iqbal.

Selain Indonesia ada tiga duta besar lainnya yang menyerahkan Surat Kepercayaan yaitu Filipina, Irak dan Mali. Indonesia mendapatkan giliran pertama untuk menyerahkan Surat Kepercayaan.

Dubes Iqbal mulai menjalankan tugas secara resmi pada awal Juni 2019.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.