Hayati Nupus
06 September 2019•Update: 06 September 2019
JAYAPURA
Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua mengungkapkan pembatasan internet mengganggu kerja-kerja tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mendamaikan warga yang berkonflik di Papua.
Kepala FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipiyus Biniluk mengatakan tanpa internet, imbauan agar jemaat tak terprovokasi pada kabar yang mengadu domba menjadi terkendala.
“Ini jadi kendala sekali, seperti sekarang kami tidak bisa berkomunikasi, pelayanan terputus,” ujar Lipiyus di Jayapura, Jumat, kepada Anadolu Agency.
Dengan internet, lanjut Lipiyus, imbauan rekonsiliasi damai itu bisa menjangkau jemaat lebih luas.
“Harusnya kalau internet itu ada, usaha damai akan lebih cepat dan lebih baik,” ujar Lipiyus.
Selain itu, imbuh Lipiyus, komunikasi dan informasi dari FKUB Pusat juga menjadi terhambat.
Sejak demonstrasi pecah pada 19 Agustus, pemerintah pusat membatasi penggunaan internet di Papua.
Pada Rabu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan telah membuka akses internet di 29 Kabupaten dan Kota di Papua dan Papua Barat. Lalu Kamis, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemanan Wiranto mengatakan pembatasan internet di seluruh Papua sudah dicabut.
Namun hingga Jumat, berdasarkan pantauan dan wawancara Anadolu di Jayapura, masyarakat Jayapura belum bisa mengakses internet.