İqbal Musyaffa
16 September 2019•Update: 17 September 2019
JAKARTA
Kinerja neraca perdagangan Indonesia pada tahun ini hingga Agustus memang tidak menggembirakan karena masih mencatatkan defisit hingga USD1,81 miliar.
Namun, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah defisit tersebut membaik dari defisit pada periode yang sama tahun lalu dengan jumlah mencapai USD4,16 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan defisit neraca perdagangan pada tahun ini hingga Agustus berasal dari total ekspor sebesar USD110,07 miliar sementara impor USD111,88 miliar.
Sementara pada periode yang sama tahun lalu, jumlah ekspor ataupun impor Indonesia jauh lebih besar dari tahun ini, sehingga defisit neraca perdagangan juga jauh melebar.
Pada tahun lalu hingga Agustus total ekspor Indonesia sebesar USD120 miliar sementara impor mencapai USD124,16 miliar.
“Kita berharap kinerja perdagangan hingga akhir tahun bisa membaik,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Dia berharap adanya perbaikan neraca perdagangan di sisa tahun ini.
Bila menilik data tahun lalu, neraca perdagangan Indonesia pada bulan September hingga Desember mengalami defisit sebesar USD4,54 miliar sehingga total defisit neraca perdagangan sepanjang tahun lalu mencapai USD8,7 miliar.