10 Agustus 2017•Update: 11 Agustus 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Tetap Timur Tengah akan meningkatkan ekspor ke Qatar menyusul pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh negara-negara Arab.
Pemutusan hubungan diplomatik yang dimulai sejak Juni ini berujung pada embargo membuat Qatar menderita.
Menurut Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam (KT2OKI) Kadin Fachry “Ferry” Thaib, Qatar kini sangat membutuhkan barang-barang terutama berkaitan dengan konsumsi serta material bangunan.
Material bangunan diperlukan untuk membangun stadion sepakbola dan fasilitas lainnya guna menyambut Piala Dunia (PD) 2022. Negara yang beribukota di Doha ini adalah tuan rumah ajang internasional lima tahunan tersebut.
“Tak lama sesudah peristiwa [pemutusan hubungan diplomatik] itu, Turki langsung turun tangan dan mengekspor barang ke sana. Kenapa Indonesia tidak ikutan?” ujar Ferry saat memberikan pernyataan di Plaza Timor, Jakarta Pusat, Kamis.
Selain bahan bangunan, ada pula 10 item lain yang dibutuhkan Qatar seperti alat tulis dan kantor, kertas, briket, mesin jahit, dan pakaian dalam.
Ferry mengatakan, Qatar menaruh harapan besar kepada Indonesia untuk mengekspor barang-barang tersebut.
Hal ini bukan hanya disebabkan Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia sehingga sudah seharusnya saling tolong, tapi juga mayoritas barang yang Qatar butuhkan diproduksi oleh Indonesia.
“Indonesia diharapkan tidak jago kandang. Menteri Badan Usaha Milik Negara mengharapkan kita bisa investasi keluar negeri,” imbuhnya.
Presiden Indonesia-Qatar Business Council Hendra Hartono mengatakan, barang-barang ekspor dari Indonesia akan dibawa ke Qatar lewat Oman atau Iran. Oleh sebab itu, ada kenaikan biaya angkut karena perjalanannya menjadi lebih jauh. Namun Kadin memastikan kenaikan harga tersebut tidak signifikan.
“Semoga ekspor kita bisa meningkat dan manfaatnya bisa dirasakan pula oleh pelaku usaha di Indonesia,” tutup Hendra.