Hayati Nupus
14 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Oman mengungkapkan keinginan untuk memperluas investasi dan kerja sama perdagangan dengan Indonesia.
“Kami juga berkeinginan untuk bekerja sama di bidang lain, selain investasi dan perdagangan,” ujar Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi saat mengunjungi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Kamis.
Menteri Retno mengatakan pihaknya mencatat kemajuan signifikan kerja sama ekonomi Oman dengan Indonesia, terutama di bidang perdagangan.
“Pertumbuhan signifikan ini merupakan momentum baik untuk memastikan agar perdagangan terus meningkat ke depan,” ujar Retno.
Selain lewat kerangka kerja sama bilateral, kata Retno, Indonesia juga mendorong peningkatan hubungan ekonomi kedua negara lewat Gulf Cooperation Council (GCC), di mana Oman menjadi salah satu negara anggota.
Sedang di bidang investasi, tutur Retno, Indonesia menyambut baik kesepakatan kerja sama antara PT Pertamina dan Overseas Oil & Gas (OOG) yang akan membangun proyek Grass Root Refonery (GRR) atau kilang baru di Bontang, Kalimantan Timur.
Kerangka kerja sama pembangunan kilang itu telah disepakati Desember 2018 lalu dengan nilai investasi USD10 juta.
Pembangunan kilang itu menargetkan produksi 300.000 barrel per hari
OOG terpilih menjadi mitra Pertamina untuk menggarap proyek ini bersama Petrokimia lewat seleksi pada Januari 2018 lalu.
Indonesia-Oman membuka hubungan diplomatik sejak 1978.
Saat ini kedua negara memiliki kerja sama di sektor perminyakan, gas dan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar Oman.