Turki, Nasional

Aceh gelar pameran sejarah di Turki

Pemerintah Aceh juga memperkuat hubungan sejarah dengan Turki dengan mengunjungi beberapa kantor utama pemerintah Turki di Istanbul

Pizaro Gozali İdrus   | 08.11.2019
Aceh gelar pameran sejarah di Turki Penampilan Tari Saman dalam pameran sejarah dan seni budaya Aceh 2019 di Istanbul, Turki pada 2 November 2019. (Dok. IKAMAT-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah Aceh dan Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (IKAMAT) menyelenggarakan pameran sejarah dan seni budaya Aceh 2019 di Istanbul, Turki. 

Acara yang dibuka langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal ini bertujuan memperkenalkan dan mempererat hubungan Indonesia–Turki melalui ruang sejarah dan budaya.

"Ketika sisi ekonomi, politik suatu negara terkadang memberi dampak merenggangkan hubungan antar negara, hubungan sosial budayalah yang menjadi penawar dan pemersatu," kata Iqbal dalam rilisnya pada Jumat kepada Anadolu Agency pada Jumat.

Turut hadir mendampingi pembukaan acara Dyah Erti Idawati, isteri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Rangkaian acara ini diawali dengan pemutaran video "The light of Aceh", kemudian disusul tampilan khas seni dari Turki, yaitu Mehter.

Mehter merupakan marching band Utsmani yang dianggap sebagai salah satu marching band tertua di dunia.

Penampilan dilanjutkan dengan tari Saman Gayo yang memukau tamu undangan.

Sarah, warga Aceh yang menetap di Turki, tampil menyanyikan lagu Hikayat Prang Sabi dengan menampilkan makna hikayat secara langsung di layar tancap acara.

Jalin kerja sama

Pemerintah Aceh juga memperkuat hubungan sejarah dengan Turki dengan mengunjungi Museum Turkish and Islamic Art (TIEM), Dinas kebudayaan dan pariwisata Istanbul, dan Fatih Sultan Mehmet Vakıf University.

Di Museum Turkish and Islamic Art, pemerintah Aceh mencanangkan pendirian Aceh Corner untuk mendekatkan hubungan dua bangsa.

Pemerintah Aceh juga mendorong pelaksanaan pameran wisata dan sejarah Aceh dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul.

"Kita berharap tahun depan lebih banyak lagi yang mendukung acara ini. Apalagi kita telah mendapat respon positif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Turki di Istanbul," terang Jamaluddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Di Fatih Sultan Mehmet Vakif University, pemerintah Aceh juga melakukan kerja sama joint research atau student exchange.

Melalui program ini, universitas-universitas di Aceh nantinya dapat mengirim putra dan putri terbaiknya untuk ikut kegiatan pertukaran ini.

Haykal, ketua IKAMAT, mengaku sangat senang dengan program yang dihasilkan ini.

Dia meminta universitas-universitas di Aceh dapat merespons dengan cepat kesempatan besar ini. 

"Kami selaku mahasiswa Aceh di Turki sangat mendukung dan akan membantu semaksimal mungkin untuk kegiatan exchange ini," ucap Haykal.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın