Hayati Nupus
26 November 2018•Update: 26 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Satuan Tugas Udara (Satgasud) TNI Dharma Palu mengirimkan bantuan internasional yang datang dari berbagai negara dan organisasi internasional untuk penyintas gempa dan tsunami Palu.
Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Agus Cahyono mengatakan bantuan internasional itu di antaranya berasal dari organisasi internasional United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
“Bantuan berupa 38 ton jerigen, matras tidur, tenda, terpal plastik, lampu solar dan kelambu,” ujar Agus, Senin, dalam keterangannya.
Agus mengatakan dari markas UNHCR di Jenewa, Swiss, bantuan kemanusiaan tersebut diangkut ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan pesawat Ilyusin ILT 76/UR-CIG milik Ukraina.
Dari Balikpapan, lanjut Agus, bantuan tersebut didistribusikan ke Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, menggunakan Hercules C-130 milik Republic of Singapore Air Force yang diperbantukan untuk penanganan bencana Palu.
Setelah itu, tambah Agus, petugas setempat melanjutkan distribusi bantuan itu ke penyintas yang tersebar di Palu, Donggala dan Sigi.
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018, disusul tsunami setinggi 2,2-11 meter dengan jangkauan hingga 500 meter, dan likuefaksi di Balaroa, Petobo dan Jono Oge.
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat bencana tersebut mengakibatkan lebih dari 2.000 orang tewas, belasan ribu terluka dan puluhan ribu warga mengungsi.