Hayati Nupus
02 Oktober 2018•Update: 03 Oktober 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengatakan penanganan pengungsi korban gempa Sulawesi Tengah hari ini lebih baik ketimbang hari-hari sebelumnya.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bantuan logistik mulai berdatangan, diangkut menggunakan Hercules TNI Angkatan Udara, pesawat kargo, maupun maupun angkutan darat.
“Setelah sampai, bantuan logistik terus didistribusikan ke pengungsi, distribusi jalur darat dikawal oleh TNI dan polisi,” ujar Sutopo, Selasa, di Jakarta.
Meski begitu, kata Sutopo, belum semua kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dengan baik.
Stok logistik, lanjut Sutopo, masih terbatas sedang jumlah pengungsi amat banyak.
Masih banyak pengungsi, ujar Sutopo, yang membutuhkan bantuan seperti selimut, matras, makanan dan minuman, sanitasi, serta pakaian.
Sutopo menuturkan bahwa bantuan medis terus berdatangan dan pemerintah mendirikan sejumlah rumah sakit lapangan. Sebab rumah sakit yang ada tak cukup untuk melayani seluruh korban.
Sebagian pasien meminta dirawat di lapangan, kata Sutopo, demi mengantisipasi adanya gempa susulan.
Selain itu, tambah Sutopo, PLN menambah personil untuk perbaikan jaringan listrik menjadi 371 orang.
Dari tujuh gardu induk, lanjut Sutopo, dua di antaranya telah beroperasi, yaitu di Poso dan Pamona.
Sejumlah 30 dari total 162 genset yang akan dikirimkan, kata Sutopo, telah sampai dan sudah mulai digunakan.
Catatan BNPB, per hari ini terdapat 61.867 orang pengungsi. Mereka tersebar di 109 titik di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 mengguncang Palu, Donggala dan Mamuju, Sulawesi Tengah, pada Jumat, disusul oleh tsunami.