01 September 2017•Update: 02 September 2017
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menghubungi empat pimpinan negara, Kamis, dan mendesak upaya intensif untuk penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar, kata sumber dari kantor kepresidenan.
Sumber tersebut mengatakan, Erdogan telah berbicara dengan Presiden Pakistan Mamnoon Hussain, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Mauritania Mohamed Ould Abdel Aziz, dan Emir Qatar Sheikh Tamam bin Hamad Al Thani.
Erdogan meminta upaya intensif untuk penyelesaian krisis kemanusiaan di Myanmar.
Dalam rangka perayaan Idul Adha, presiden menyampaikan ucapan serta harapan kepada para pemimpin negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.
Ia menekankan bahwa permasalahan di Suriah, Irak, Yaman, Palestina, Libya, dan aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar telah membawa dukacita bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Sumber dari kantor presiden juga mengatakan, diplomasi lewat telepon masih akan berlanjut.
Kekerasan massal terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar pada 25 Agustus, ketika pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi militer terhadap komunitas Muslim Rohingya, mengakibatkan ribuan warga mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh, meskipun Bangladesh telah menutup perbatasannya untuk pengungsi.
Laporan media menyebutkan bahwa pasukan keamanan Myanmar menggunakan kekerasan dengan menyerang rumah-rumah warga Rohingya dengan mortir dan senapan mesin.
Konflik antara umat Buddha dan Muslim di wilayah tersebut dimulai sejak kekerasan komunal meletus pada 2012.
Oktober tahun lalu, aksi kekerasan terjadi di Maungdaw. PBB mencatat adanya pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan, yang dapat diindikasikan sebagai kejahatan kemanusiaan, di antaranya adalah pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Menurut perwakilan Rohingya, sekitar 400 jiwa tewas dalam aksi kekerasan tersebut.
Dilaporkan oleh Andac Hongur; Ditulis oleh Fatih Hafız Mehmet