01 September 2017•Update: 02 September 2017
Selma Kasap
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan harapannya menjelang Idul Adha, Kamis malam, bahwa bangsa Turki tidak akan pernah kalah terhadap ancaman terorisme.
Menjelang hari perayaan, Erdogan menyebutkan kemenangan bersejarah bangsa; kemenangan Malazgirt 1071 dan kemenangan Dumlupinar 1922, yang keduanya diperingati setiap Agustus.
Dalam Pertempuran Malazgirt, yang juga dikenal sebagai Pertempuran Manzikert, pada 26 Agustus 1071, Seljuk Turki yang dipimpin oleh Sultan Alparslan berhasil mengalahkan tentara Bizantium dan menjadikan Anatolia sebagai bagian dari wilayah kekuasaanTurki.
Tentara Turki juga berhasil memukul mundur pasukan Yunani dalam Pertempuran Dumlupinar pada 30 Agustus 1922.
“Kita juga memandang 15 Juli 2016 [percobaan kudeta] sebagai rangkaian rantai kemenangan rakyat kita,” kata Erdogan.
Organisasi Teroris Fetullah (FETO) dan pimpinannya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, mendalangi percobaan kudeta pada Juli tahun lalu, mengakibatkan 250 orang tewas dan hampir 2.200 orang luka-luka.
“Kita tahu bahwa bangsa kita tidak akan pernah tunduk kepada organisasi-organisasi teroris dan unsur-unsur yang berada di baliknya, yang menggunakan mereka [organisasi teroris] sebagai pion,” tegasnya.
"Kita akan terus melanjutkan perjuangan dan membawa negara kita di atas tingkat peradaban kontemporer dengan demokrasi, ekonomi dan kebijakan luar negeri kita."
Erdogan berharap bahwa Idul Adha akan membawa kebaikan bagi semua umat manusia dan Islam. Presiden mengajak orang-orang untuk mendoakan mereka yang mengalami penderitaan di seluruh dunia, khususnya etnis Muslim Rohingya.
Kekerasan massal terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar pada 25 Agustus ketika pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi militer terhadap komunitas Muslim Rohingya.
Laporan media menyebutkan bahwa pasukan keamanan Myanmar menggunakan kekerasan dengan menyerang rumah-rumah warga Rohingya dengan mortir dan senapan mesin, mengakibatkan ribuan warga mengungsi.