Baris Gundogan, lkay Guder
ANKARA
Juru Bicara Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) Mahir Unal pada Jumat menyebut sekitar 400 tawanan Daesh yang dilepaskan di Utara Suriah untuk melawan militer Turki.
“400 tawanan Daesh di Raqqa, Afrin dan Dair ez-Zour dibebaskan dengan syarat harus melawan militer Turki,” ujar Unal saat konferensi pers usai rapat para petinggi AKP.
Unal juga mengatakan Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli telah memberikan pengarahan terkait Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah.
“Kita telah membongkar bagaimana PYD/PKK memiliki hubungan dengan Daesh di Raqqa,” kata dia.
Uutusan Rusia untuk PBB Vasilly Nebenzia sebelumnya mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai adanya 400 anggota Daesh yang diberi pengampunan pada awal Januari.
Bahkan di antara mereka masuk ke dalam kelompok teroris PYD/PKK pimpinan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Nebenzia mencatat ada 120 anggota Daesh yang bergabung.
Teroris PYD/PKK melakukan perjanjian dengan Daesh untuk melawan Turki dalam Operasi Ranting Zaitun di Afrin, ujar seorang sumber kepada Anadolu Agency.
Kelompok PYD/PKK itu telah menangkap sejumlah warga sipil yang lari dari pertempuran antara kelompok Arab dan Kurdi. Mereka ditahan di wilayah Rajo dan Jinderes, sebelah barat Afrin.
Jumlah warga sipil yang ditahan tanpa alasan jelas tersebut mencapai 1100 orang. Bahkan ada yang divonis seumur hidup.
Menanggapi hal itu, Unal menilai penindasan dan tirani kelompok teroris PYD/PKK akan terus berlanjut.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.
Afrin menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD/PKK ketika rezim Assad di Suriah menyerahkan kota tersebut kepada kelompok teror tanpa pertempuran pada Juli 2012 silam.
news_share_descriptionsubscription_contact

