Muhammad Nazaruddin
31 Desember 2017•Update: 01 Januari 2018
Pengadilan Turki membebaskan 42 orang yang ditahan karena diduga mempunyai hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), ujar pejabat keamanan, Sabtu.
Para tersangka diduga menggunakan aplikasi mobile ByLock yang terkait dengan FETO, ujar pejabat tersebut yang meminta tidak disebutkan namanya.
Pada hari Jumat, 293 orang juga dilepaskan.
FETO, yang dipimpin Fetullah Gulen dari Amerika Serikat, melakukan kudeta gagal pada 15 Juli 2016. Sebanyak 250 orang menjadi martir dan hampir 2.200 lainnya cedera.
Mereka dibebaskan dalam pengumuman pada Rabu, yang menyebutkan beberapa pengguna ByLock tanpa disadari "diarahkan" ke aplikasi tersebut.
Penyelidik menemukan 11.480 pengguna smartphone diarahkan ke aplikasi ByLock tanpa sepengetahuan mereka, kata kantor Jaksa Penuntut Ankara, pada hari Rabu.
Mereka kini telah dihapus dari daftar pengguna ByLock dan informasi ini dikirim ke jaksa di seluruh Turki.
Pengadilan juga telah diberitahu untuk memeriksa kembali kasus-kasus tersebut.