Mohammad Sio
27 Juli 2026•Update: 27 Juli 2026
Pasukan sekutu militer Sudan pada Minggu (26/7) mengklaim telah menghancurkan sedikitnya 62 kendaraan tempur milik kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) serta menyita 54 kendaraan lainnya dalam operasi militer di Negara Bagian Kordofan Utara.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Sudan News Agency (SUNA), Pasukan Gabungan Gerakan Perjuangan Bersenjata (Joint Force of Armed Struggle Movements) menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Sudan (SAF), Pasukan Gabungan, dan unit-unit sekutu berhasil meraih kemenangan baru dalam operasi di sejumlah poros pertempuran di Kordofan Utara.
Pasukan Gabungan mengklaim operasi tersebut menimbulkan kerugian besar bagi RSF, baik dari sisi personel maupun peralatan militer. Selain menghancurkan lebih dari 62 kendaraan tempur, mereka juga mengaku berhasil merebut 54 kendaraan tempur milik RSF yang masih dalam kondisi baik.
Kelompok itu juga menyebut sejumlah besar anggota RSF tewas dalam pertempuran, sementara lainnya melarikan diri dari medan tempur dengan meninggalkan perlengkapan militer.
Hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak RSF terkait klaim yang disampaikan militer Sudan dan Pasukan Gabungan tersebut.
Sebelumnya, sebelum fajar pada Minggu, militer Sudan juga mengklaim telah merebut tiga kota di Kordofan Utara, yakni Bara, Jabra al-Sheikh, dan Umm Sayala, setelah bentrokan dengan pasukan RSF.
Kota Bara memiliki nilai strategis karena berada di jalur jalan raya nasional yang menghubungkan wilayah Kordofan dan Darfur dengan ibu kota Khartoum melalui Kota Omdurman. Kota tersebut berada di bawah kendali RSF sejak Oktober 2025.
Wilayah Kordofan Utara, Kordofan Barat, dan Kordofan Selatan terus menjadi medan pertempuran antara militer Sudan dan RSF sejak Oktober 2025.
Sudan dilanda konflik bersenjata antara militer dan RSF sejak April 2023. Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga internasional, perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang serta memaksa sekitar 13 juta lainnya mengungsi.