Mohammad Sio
27 Juli 2026•Update: 27 Juli 2026
Seorang wanita Palestina yang sedang hamil enam bulan kehilangan janinnya setelah ambulans yang membawanya tertahan di pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat yang diduduki, Senin (27/7), menurut laporan kantor berita Palestina, WAFA.
Mengutip petugas ambulans Qaryut, Bashar Al-Qaryouti, WAFA melaporkan bahwa pasukan Israel menghentikan ambulans di pos pemeriksaan militer Awarta, sebelah selatan Kota Nablus, setelah menutup akses gerbang di lokasi tersebut.
Al-Qaryouti mengatakan ambulans beserta awaknya ditahan selama lebih dari 30 menit. Selama penahanan itu, perempuan yang mengalami pendarahan hebat tersebut tetap diminta menjalani pemeriksaan meski kondisinya dalam keadaan kritis.
Ia juga menyebut tentara Israel memerintahkan awak ambulans mematikan mesin kendaraan. Akibatnya, peralatan medis yang bergantung pada sumber daya ambulans tidak dapat beroperasi selama penahanan berlangsung.
Setelah diizinkan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit, tim medis berhasil menyelamatkan nyawa sang ibu. Namun, dokter tidak dapat menyelamatkan janin yang dikandungnya.
Hingga berita ini ditulis, militer Israel belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
Insiden itu terjadi ketika pasukan Israel terus memperketat pembatasan pergerakan warga Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Dalam dua hari terakhir, militer Israel menutup sejumlah pos pemeriksaan di wilayah Ramallah, Nablus, dan Hebron, serta beberapa titik pemeriksaan di utara Yerusalem Timur. Penutupan tersebut menyebabkan kemacetan panjang dan menghambat mobilitas warga Palestina.
Peningkatan pengamanan itu menyusul bentrokan yang terjadi pada Jumat (24/7), ketika empat warga Palestina tewas dan empat lainnya terluka saat menghadapi serangan pemukim Israel yang didukung militer Israel di Kota Tal, sebelah barat daya Nablus.
Setelah insiden tersebut, militer Israel meningkatkan operasi penggerebekan dan penangkapan di berbagai wilayah Tepi Barat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengancam akan memperluas operasi militer di wilayah tersebut.