Shenny Fierdha
29 September 2017•Update: 29 September 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur
Jenderal Setyo Wasisto mengatakan senjata Rocket Propelled Grenade (RPG) yang
dulu pernah dimiliki Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan dimuseumkan.
Hal ini ia sampaikan menanggapi maraknya video yang
beredar di dunia maya yang menunjukkan sejumlah aparat diduga polisi yang
sedang berlatih menembakkan senjata tersebut ke arah perbukitan di sebuah hutan.
Meski RPG yang terekam di video tersebut adalah barang
lama yang sekarang sudah tidak ada lagi pengadaannya di Polri, lanjut Setyo,
namun senjata itu akan tetap disimpan dan tidak akan dimusnahkan.
"Lebih baik masuk museum supaya jadi bahan pembelajaran bagi anggota muda," kata Setyo di Markas Besar Polri di Jakarta, Jumat.
Walau demikian, amunisi RPG itu sendiri rencananya akan
dimusnahkan demi alasan keamanan.
Terkait video yang diunggah oleh akun media sosial Instagram @tni_indonesia_update tersebut, Setyo mengatakan bahwa itu merupakan video baru. Sebab, tampak beberapa personel sedang memegang ponsel pintar () namun RPG yang mereka tembakkan ialah RPG lama.smartphone
Meski begitu, dia tidak dapat memastikan kapan dan di
mana sebetulnya video itu dibuat.
Pada Kamis, Setyo sempat mengatakan bahwa Polri pernah
memiliki senjata RPG saat sebelum reformasi. Kala itu Polri masih menjadi bagian
dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Dia memastikan saat ini Polri memakai senjata berkategori yang bertujuan untuk melumpuhkan, dan tidak secanggih senjata yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).low enforcement weapon
Polri dan ABRI berpisah pada 1999 setelah adanya
Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 tentang Langkah-Langkah Kebijakan dalam
Rangka Pemisahan Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia.
ABRI sudah lama berganti nama menjadi TNI. RPG sendiri
diketahui sebagai rudal anti-tank yang hanya boleh digunakan oleh kalangan
militer sebab senjata tersebut umumnya dipakai di medan perang.