Shenny Fierdha Chumaira
30 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi membantah isu bahwa anggotanya yang ikut berkompetisi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 diharuskan menang oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian.
"Saya klarifikasi, Bapak Kapolri [Jenderal Tito Karnavian] tidak pernah memerintahkan kepada bakal calon pimpinan daerah dari kepolisian untuk menang ketika tampil," tegas Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa.
Satu-satunya pesan dari Tito terkait pilkada nanti, kata Setyo, hanya Polri diminta terus menjaga netralitas dan keamanan.
"Polri netral dalam pilkada. Kita juga tetap profesional dalam memberikan keamanan dan pengamanan," ucap Setyo.
Beberapa waktu lalu, perwira tinggi Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat menyatakan bahwa Tito berpesan kepada dirinya untuk memenangkan Pilkada Serentak 2018.
Anton merupakan bakal calon wakil gubernur Jawa Barat.
Jabatan terakhir di kepolisian yang diemban Anton menjelang partisipasinya dalam Pilkada Serentak 2018 ialah Analis Kebijakan Utama Bidang Sekolah Pimpinan Tinggi Sekolah Staf Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Pada Juni, warga di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota akan memilih kepala daerah baru dalam ajang Pilkada Serentak 2018.